Kerjasama FIB UB dan UNESCO, Peluang Budaya Indonesia Kian Mendunia
MALANG, iNewsmalang.id - Universitas Brawijaya (UB) menjalin kerjasama dengan UNESCO dalam bidang penelitian kebudayaan. Kerjasama ini membuat UB akan menjadi salah satu dari beberapa perguruan tinggi di dunia yang terkoneksi dengan UNESCO, di bawah koordinasi Peking University,
MALANG, iNewsmalang.id - Universitas Brawijaya (UB) menjalin kerjasama dengan UNESCO dalam bidang penelitian kebudayaan. Kerjasama ini membuat UB akan menjadi salah satu dari beberapa perguruan tinggi di dunia yang terkoneksi dengan UNESCO, di bawah koordinasi Peking University, yang bisa mempromosikan budaya - budaya Indonesia ke dunia internasional.
Wakil Rektor IV Universitas Prof. Andi Kurniawan mengungkapkan, UB menjadi perguruan tinggi yang bekerjasama dengan UNESCO dan Peking University, untuk mengangkat budaya - budaya Indonesia ke internasional, termasuk dari sisi penggunaan Bahasa Indonesia.
"Memanfaatkan UB sebagai intrasonal workstation UNESCO jadi di unesco ada chair di mana peking university yang menjadi gearnya, untuk kreatif industri, dan sustainable development, dan di dalam chair ini kita masuk keanggotaan," kata Andi Kurniawan saat di Universitas Brawijaya.
Menurutnya, Kabupaten Blora menjadi daerah pertama yang bekerjasama dengan Universitas Brawijaya (UB) di bawah komando Fakultas Ilmu Budaya (FIB) pasca kerjasama dengan UNESCO. Nantinya segala aspek budaya yang ada di Kabupaten Blora, seperti tari barongan, Masyarakat Adat Samin, hingga seni pertunjukan tayub, akan diajukan pengkajiannya ke UNESCO.
"Kita masuk keanggotaan dan menjadi internasional workstation, salah satu kegiatan sesuai adalah mencari potensi budaya yang ada di Indonesia, untuk bisa menjadi kreatif industri, mendukung pembangunan di pedesaan yang bisa diangkat ke atas, dan kedatangan Pak Bupati Blora itu memang merupakan hal yang dicari UB untuk mengisi program ini," jelasnya.
Dari sana FIB UB yang bekerjasama dengan Pemkab Blora akan mempromosikan budaya - budaya Blora, termasuk kemungkinan mengadakan festival budaya Blora di China tepatnya di Peking, sebagai pemimpin perguruan tinggi sektor budaya yang ditunjuk oleh UNESCO.
"Selain ini memperkenalkan Indonesia memperkuat aspek budaya yang ada di Blora sekaligus juga bisa mengangkat Indonesia secara umum dan tentu saja kerjasama yang lain pertanian migas, good governance, dan lain-lain," tuturnya.
Di sisi lain, Bupati Blora Arief Rohman menuturkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mengusulkan tiga hal unsur kebudayaan dari Blora yang ditawarkan. Tiga unsur yaitu tari barongan, Masyarakat Adat Samin, dan pertunjukan seni tradisional tayub.
"Nanti yang memang layak ini harus dikurasi oleh ahlinya dalam hal ini akan kita undang ke Blora, kira-kira mana nanti di antara sekian tawaran ini yang nanti terpilih, untuk bisa diangkat lebih jauh lagi," ucap Arief Rohman.
Bagi Arief, kerjasama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora dan UB merupakan yang kesekian kalinya. Sebelumnya di luar sektor kebudayaan, Pemkab Blora sudah bekerjasama dalam bidang pertanian dengan Fakultas Pertanian (FP) dan administrasi pemerintahan dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta Fakultas Ilmu Administrasi (FIA). Maka ia berharap tujuan akhir dari kerjasama - kerjasama di berbagai bidang itu mampu menggerakkan ekonomi masyarakat Kabupaten Blora.
"Di Blora nanti bisa didampingi oleh UB, agar bisa go internasional. kita ingin mungkin salah satunya nanti bisa masuk ke UNESCO, dan juga kami ingin mengadakan event bersama antara Pemkab Blora dengan UB, untuk mengangkat potensi yang kami miliki, sebagai nanti menjadi salah satu hal yang bisa menggerakkan ekonomi ekosistem kebudayaan," paparnya.
Wakil Rektor IV Universitas Prof. Andi Kurniawan mengungkapkan, UB menjadi perguruan tinggi yang bekerjasama dengan UNESCO dan Peking University, untuk mengangkat budaya - budaya Indonesia ke internasional, termasuk dari sisi penggunaan Bahasa Indonesia.
"Memanfaatkan UB sebagai intrasonal workstation UNESCO jadi di unesco ada chair di mana peking university yang menjadi gearnya, untuk kreatif industri, dan sustainable development, dan di dalam chair ini kita masuk keanggotaan," kata Andi Kurniawan saat di Universitas Brawijaya.
Menurutnya, Kabupaten Blora menjadi daerah pertama yang bekerjasama dengan Universitas Brawijaya (UB) di bawah komando Fakultas Ilmu Budaya (FIB) pasca kerjasama dengan UNESCO. Nantinya segala aspek budaya yang ada di Kabupaten Blora, seperti tari barongan, Masyarakat Adat Samin, hingga seni pertunjukan tayub, akan diajukan pengkajiannya ke UNESCO.
"Kita masuk keanggotaan dan menjadi internasional workstation, salah satu kegiatan sesuai adalah mencari potensi budaya yang ada di Indonesia, untuk bisa menjadi kreatif industri, mendukung pembangunan di pedesaan yang bisa diangkat ke atas, dan kedatangan Pak Bupati Blora itu memang merupakan hal yang dicari UB untuk mengisi program ini," jelasnya.
Dari sana FIB UB yang bekerjasama dengan Pemkab Blora akan mempromosikan budaya - budaya Blora, termasuk kemungkinan mengadakan festival budaya Blora di China tepatnya di Peking, sebagai pemimpin perguruan tinggi sektor budaya yang ditunjuk oleh UNESCO.
"Selain ini memperkenalkan Indonesia memperkuat aspek budaya yang ada di Blora sekaligus juga bisa mengangkat Indonesia secara umum dan tentu saja kerjasama yang lain pertanian migas, good governance, dan lain-lain," tuturnya.
Di sisi lain, Bupati Blora Arief Rohman menuturkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mengusulkan tiga hal unsur kebudayaan dari Blora yang ditawarkan. Tiga unsur yaitu tari barongan, Masyarakat Adat Samin, dan pertunjukan seni tradisional tayub.
"Nanti yang memang layak ini harus dikurasi oleh ahlinya dalam hal ini akan kita undang ke Blora, kira-kira mana nanti di antara sekian tawaran ini yang nanti terpilih, untuk bisa diangkat lebih jauh lagi," ucap Arief Rohman.
Bagi Arief, kerjasama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora dan UB merupakan yang kesekian kalinya. Sebelumnya di luar sektor kebudayaan, Pemkab Blora sudah bekerjasama dalam bidang pertanian dengan Fakultas Pertanian (FP) dan administrasi pemerintahan dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta Fakultas Ilmu Administrasi (FIA). Maka ia berharap tujuan akhir dari kerjasama - kerjasama di berbagai bidang itu mampu menggerakkan ekonomi masyarakat Kabupaten Blora.
"Di Blora nanti bisa didampingi oleh UB, agar bisa go internasional. kita ingin mungkin salah satunya nanti bisa masuk ke UNESCO, dan juga kami ingin mengadakan event bersama antara Pemkab Blora dengan UB, untuk mengangkat potensi yang kami miliki, sebagai nanti menjadi salah satu hal yang bisa menggerakkan ekonomi ekosistem kebudayaan," paparnya.
Editor : Avirista Midaada