Terjadi Lagi, Polisi Tembak Polisi! Motif Dendam Istrinya Disinggung Belum Bayar Arisan di WA Group

Jimi Irawan
.
Rabu, 07 September 2022 | 12:31 WIB
Rekonstruksi kasus polisi tembak polisi di Lampung Tengah, motif diketahui istrinya disinggung belum bayar arisan di WhatShap group (Foto: Istimewa)

LAMPUNG TENGAH, iNewsMalang.id - Rekonstruksi perkara polisi tembak polisi, di Kabupaten Lampung Tengah, digelar Polres Lampung Tengah, Selasa (6/9/2022). Dalam rekonstruksi tersebut terungkap jika Aipda RS rupanya sempat mencoba senjatanya di kebun singkong.

Sekitar 21 adegan yang diperagakan dalam video yang dirilis Polda Lampung melalui Polres Lampung Tengah. Uji coba itu dilakukan dengan melepaskan tembakan ke arah kebun singkong sebelum mendatangi rumah Aipda AK yang juga personel Polsek Way Pengubuan.

Setelah tiba, Aipda RS menuju pagar rumah dan memanggil korban. Saat itu, Aipda AK yang berada di teras rumah langsung berjalan kearah pagar untuk menemui RS. Namun Aipda RS langsung melepaskan tembakan berjarak 2 meter tepat menembus dada kiri Aipda AK. Suara tembakan sempat terdengar oleh tetangga sekitar.

Setelah mengetahui korban tersungkur, Aipda RS pun melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor menuju Putra Lempuyang Bandar, Terbanggi Besar.

Setelah tiba di rumahnya di Karang Endah, Aipda RS menceritakan peristiwa tersebut kepada sang istri. Kemudian melalui seluler, Aipda RS memberi tahu rekannya terkait peristiwa penembakan Aipda AK yang baru saja terjadi.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad menyampaikan, rekonstruksi tersebut memperagakan 21 adegan di empat lokasi berbeda. Prosesnya dilakukan setelah 48 jam dari kejadian.

"Proses rekonstruksi ini bukti kepolisian tidak tebang pilih. Sidang kode etik terhadap pelaku akan dilaksanakan pekan ini,” ujar Pandra, Selasa (6/9/2022).

Sementara, Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya mengatakan, motif Aipda RS menembak Aipda Ahmad Karnain karena dendam pribadi dengan korban. Emosi Aipda RS memuncak setelah melihat pesan WhatsApp yang dikirim di Group. Dalam pesan tersebut menyebutkan istri Aipda RS belum membayar arisan.

Hadir pula dalam rekonstruksi tersebut Dirkrimum Polda Kombespol Reynold E.P. Hutagalung, Kabid Propam Polda Lampung Kombes Pol M Syarhan, Kasatreskrim dan Kanit Provos Polres Lampung Tengah.
 


 

Editor : Arif Handono
Bagikan Artikel Ini