Tontotan Kartun Berlatar Belakang Budaya Dianggap Tepat saat Libur Imlek, Apa Saja?

Ravie Wardani
.
Minggu, 22 Januari 2023 | 20:39 WIB
Sejumlah kartun berlatar belakang budaya dianggap tepat ditontot saat libur Imlek (Foto: Youtube)

JAKARTA, iNewsMalang.id - Kartun China yang bisa menjadi tontonan yang tepat menemani Celeb Hitz saat libur Imlek adalah berlatar belakang budaya.

Kartun berlatar belakang budaya China memuat cerita menarik yang dikemas dengan ciri khas tokoh utamanya. 

Sebagai contoh, film keluaran Disney, DreamWorks hingga film asli yang dibuat langsung di China juga memiliki banyak peminat di seluruh dunia.

Film-film ini bahkan ada yang berkisah tentang dewa-dewa dengan dikemas lebih lucu dan imut. Bahkan, kartun berlatar belakang Cina tersebut kerap memuat sisi komedi hingga pesan-pesan bijak mengenai kehidupan.

Dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (21/1/2023), berikut lima kartun berlatar belakang budaya Cina yang banyak diminati.

1. Kungfu Panda

Kartun berlatar belakang budaya China pertama ada Kungfu Panda. Pastinya, penikmat fim kartun berlatar belakang budaya China sudah tak asing lagi dengan alur ceritanya.

Film garapan DreamWorks ini sudah memiliki 3 season, dan bahkan diketahui sedang dibuat lagi untuk season keempatnya.

 

Film Kungfu Panda sendiri menceritakan sosok panda gemuk nan menggemaskan bernama Po yang dipilih menjadi pendekar naga. Sosok Po ini padahal tidak tahu menahu tentang kungfu dan harus melatih kungfu untuk melawan penjahat Tai Long.

2. Mulan

Kartun berlatar budaya Cina kedua adalah Mulan. Film garapan Disney ini pertama kali ditayangkan pada tahun 1998. Bahkan film ini menjadi salah satu film Disney yang sudah dibuat real life dengan judul yang sama dan sukses diterima masyarakat luas.

Kartun ini menceritakan seorang tokoh utama wanita bernama Mulan. Dalam kisahnya, Mulan merupakan salah satu dari sedikit karakter wanita Disney yang bukan seorang putri atau wanita yang cantik melainkan karakter wanita yang kuat dan tegas.

Seluruh karakter digambar berdasarkan seni Tionghoa. Kehadiran teman-teman binatang Mulan juga membawa sesuatu yang baru bagi penonton karena biasanya binatang dijadikan tokoh yang jahat

3. Ne Zha

Ne Zha menambah daftar kartun berlatar belakang budaya China berikutnya. Film ini diproduksi di Tiongkok yang mengisahkan tentang sebuah mitologi Tiongkok yang sangat terkenal bernama Nezha.

Dalam mitologi ini, diceritakan bahwa ibunda Nezha yaitu Lady Lin, melahirkan seorang manusia berbentuk bola setelah mengandung selama 3 tahun 6 bulan.

Namun sang suami, Li Jing, menyangka bahwa istrinya telah melahirkan seorang iblis dan menyerang bola tersebut dengan pedangnya.

Jangan salah, meski menyinggung perihal mitologi, film ini sarat akan adegan komedi yang bisa mengundang gelak tawa.

4. Abomunable

Kartun berlatar belakang budaya Cina berikutnya adalah Abominable. Film yang tayang pada 2019 ini juga di produksi oleh DreamWorks.

Abominable bercerita tentang seorang gadis remaja bernama Yi. Yibertemu dengan Yeti muda di atap gedung apartemennya di Shanghai.

Yi kemudian menamainya dengan nama Everest dan memulai upaya epik untuk menyatukan kembali makhluk ajaib dengan keluarganya di titik tertinggi di Bumi bersama dengannya.

5. Wish Dragon

Kartun berlatar belakang budaya Cina selanjutnya yakni Wish Dragon. Kartun ini merupakan film komedi animasi komputer Tiongkok-Amerika Serikat yang ditulis dan disutradarai oleh Chris Appelhans.

Wish Dragon merupakan karya kolaborasi antara Sony Pictures Animation dengan rumah produksi Amerika dan Cina lainnya seperti Tencent Pictures, Base Media, dan Sparkle Roll.

Wish Dragon sendiri dirilis dalam dua versi, yakni bahasa Mandarin dan Inggris. Kartun ini menceritakan kisah seorang mahasiswa bernama Din diisi suara oleh Jimmy Wong yang bekerja sebagai pengantar paket.

Jimmy Wong bertemu dengan seekor nama bernama Long diisi suara oleh Jackie Chan yang keluar dari teko.

Long memperkenalkan diri sebagai jin naga yang terjebak dalam teko itu selama ratusan tahun. Dia pun berjanji akan mengabulkan tiga permintaan dari sang pemilik teko.

 

 

Editor : Arif Handono

Follow Berita iNews Malang di Google News

Bagikan Artikel Ini