Jenazah TKW Siti Fatimah, Korban Pembunuhan Berantai Geng Wowon Utuh meski 2 Tahun Dimakamkan

Fani Ferdiansyah
.
Rabu, 25 Januari 2023 | 08:53 WIB
Jenazah TKW Siti Fatimah, korban pembunuhan berantai geng Wowon masih utuh meski 2 tahun dimakamkan (Foto: MPI)

GARUT, iNewsMalang.id - Makam jenazah Siti Fatimah akhirnya dibongkar. Masyarakat sekitar makam di Kampung Rancabadak, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, gempar. Jenazah Tenaga Kerja Wanita (TKW), korban pembunuhan berantai geng Wowon yang dimakamkan tahun 2021 tersebut, kondisinya masih utuh.

Polisi melakukan pembongkaran makam Siti Fatimah, pada Selasa (24/1/2023), untuk menyelidiki pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon Cs. Usai pembongkaran makam, jenazah korban pembunuhan berantai ini, langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Jakarta.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Indrawienny Panjiyoga mengatakan, pembongkaran makam dilakukan untuk mengecek bahwa pada makam tersebut bersemayam jasad korban pembunuhan berantai atas nama Siti Fatimah.

"Jenazahnya kemudian dibawa ke Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan guna mengetahui penyebab kematiannya. Autopsi akan dilakukan oleh tim kedokteran forensik Rumah Sakit Polri, RSCM, dan UI," kata Indrawienny Panjiyoga.

Selain membongkar makam, lanjut dia, petugas dari tim laboratorium forensik juga mengambil sampel DNA pembanding dari anak kandung dan adik kandung korban. Indrawienny Panjiyoga menambahkan, petugas juga meminta keterangan keluarga korban atas kematian Siti Fatimah pada 12 Februari 2021 silam.

Gempar! 2 Tahun Dimakamkan, Jenazah Siti Fatimah Korban Pembunuhan Berantai Wowon Cs Masih Utuh

"Kami melaksanakan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, seperti kakak ipar korban dan adik kandung korban. Pertama untuk mengetahui kematian korban melalui media sosial, dan kakak iparnya yang menemui korban lain atas nama Noneng di Bandung," ujarnya.

Ia menyebut, kondisi jenazah saat makam dibongkar masih utuh. Jasad, terbungkus rapi menggunakan plastik karena saat itu korban meninggal pada saat pandemi Covid-19. "Jadi masih utuh, kami belum buka di sini (Pakenjeng Garut. Jenazah dibuka di Rumah Sakit Polri ketika diperiksa," ucapnya.

Indrawienny Panjiyoga menyebut, korban pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon Cs berjumlah sembilan orang, dan masih dilakukan penyelidikan untuk mencari kemungkinan adanya korban lainnya yang belum terungkap.

Sementara itu, Kapolres Garut, AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan, dalam pemeriksaan tersebut, Polres Garut memberikan dukungan pengamanan sehingga proses pembongkaran makam dan penyelidikan pembunuhan berantai yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya berjalan lancar.

"Polres Garut hanya berperan memberikan dukungan terhadap kegiatan yang dilakukan Polda Metro Jaya, dalam hal ini Jatanras yang didukung oleh laboratorium forensik, dan kedokteran DVI, untuk penyelidikan kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon Cs," pungkas Rio.
 

Editor : Arif Handono

Follow Berita iNews Malang di Google News

Bagikan Artikel Ini