12 Kuliner Legendaris Malang yang Tetap Eksis, dari Bakso hingga Pecel
MALANG, iNewsMalang.id - Kota Malang tak hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga surga kuliner yang menyimpan jejak panjang sejarah. Sejumlah tempat makan legendaris di Malang masih bertahan puluhan hingga lebih dari seabad, menawarkan cita rasa khas yang konsisten dari generasi ke generasi.
Keberadaan kuliner legendaris Malang ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Selain rasanya yang sudah teruji, harga yang ditawarkan relatif terjangkau, membuatnya tetap ramai dikunjungi hingga kini.
Berikut 12 rekomendasi kuliner legendaris Malang yang layak masuk daftar kunjungan:


Toko es krim yang berdiri sejak 1930 ini mempertahankan nuansa kolonial Belanda. Selain es krim, tersedia menu berat seperti steak, sop buntut, hingga nasi goreng.

Tempat makan ini populer dengan menu cwie mie dan lomie. Minuman unik seperti es fosco dalam botol jadul serta limun khas menjadi daya tarik tambahan.

4. Rawon Nguling
Sajian rawon dengan kuah hitam pekat menjadi andalan. Selain itu, tersedia menu lain seperti gule, nasi campur, dan pecel.

Warung malam ini sudah beroperasi sejak 1959. Nasi goreng dengan bumbu tradisional disajikan dengan pilihan lauk seperti telur hingga ayam suwir.

Rumah makan ini dikenal luas dan kerap dikunjungi tokoh publik. Daging rawon empuk dengan kuah kaya rempah menjadi menu utama.


Menu andalan berupa wedang ronde hangat cocok dinikmati di udara sejuk Malang. Tersedia varian kuah klasik dan ronde kering.

Didirikan pada 1920, sate ini memiliki ciri khas potongan daging tebal dan tekstur empuk.

Berlokasi di dalam Pasar Besar Malang, warung ini menawarkan beragam menu seperti rawon, soto, hingga krengsengan.

Berdiri sejak 1955, warung ini memiliki banyak cabang di Malang dan Batu. Varian sotonya cukup beragam, dari soto biasa hingga spesial.

Buka sejak 1975, tempat ini menjadi pilihan sarapan dengan menu pecel khas yang sederhana namun kaya rasa.
Deretan kuliner legendaris tersebut menjadi bukti bahwa cita rasa autentik tetap diminati. Meski zaman berubah, tempat-tempat ini terus bertahan dan menjadi bagian dari identitas kuliner Malang.
Editor : Ryan Haryanto