Santri Kareng Juara 2 MQK di Sunan Drajat International Fest Lamongan
LAMONGAN, iNewsMalang.id - Kompetisi Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) dalam ajang Sunan Drajat International Fest (Sundra Fest) di Pondok Pesantren Sunan Drajat berlangsung ketat. Sejumlah peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara ambil bagian dalam lomba keilmuan pesantren tersebut.
Di tengah persaingan itu, santri asal Kota Probolinggo, Mochammad Alfin Zidena Faqih, berhasil mencatat prestasi. Ia meraih Juara 2 MQK cabang Kitab Fathul Qorib.
Alfin merupakan santri Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Kademangan, yang dikenal luas dengan sebutan Pondok Kareng. Ia berasal dari Dusun Kawuk, Desa Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, kawasan pegunungan di lereng Gunung Bromo.
Sejak awal perlombaan, MQK berjalan dalam tensi tinggi. Para peserta dituntut menguasai bacaan kitab, menerjemahkan, hingga menjelaskan hukum fikih dalam Kitab Fathul Qorib. Pada babak final, kemampuan argumentasi juga diuji langsung di hadapan dewan juri.
Alfin sempat berada dalam tekanan saat berhadapan dengan finalis dari berbagai daerah. Namun, ia mampu menjaga konsistensi dan menyelesaikan penilaian dengan hasil yang mengantarkannya di posisi kedua.
Remaja kelahiran 17 September 2011 itu mulai menimba ilmu di Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin sejak 25 Juni 2023. Saat ini, ia tercatat sebagai santri kelas 4 Madrasah Diniyah (Madin) sekaligus menempuh pendidikan formal di kelas 3 MTs Roudlotut Tholibin.
Panitia mencatat total hadiah Sundra Fest mencapai sekitar Rp170 juta. Sejumlah pemenang juga memperoleh paket umrah, yang membuat antusiasme peserta meningkat dari berbagai negara.
Pengasuh KH Abdul Ghofur menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang syiar dan penguatan ukhuwah antarsantri lintas negara.
“Festival ini bukan sekadar mengejar piala atau hadiah duniawi, melainkan sebuah syiar Islam untuk menyatukan ukhuwah antarsantri di berbagai belahan dunia,” ujarnya.
Prestasi Alfin menjadi kebanggaan bagi masyarakat Probolinggo. Sekaligus menegaskan bahwa santri daerah mampu bersaing dan berprestasi di level internasional.
Editor : Ryan Haryanto