get app
inews
Aa Text
Read Next : Santri Kareng Juara 2 MQK di Sunan Drajat International Fest Lamongan

Keren! ASN di Probolinggo Sukses Ternak Puluhan Domba Tanpa Bau di Area Kota

Selasa, 26 Mei 2026 | 08:20 WIB
header img
Nur Cholis memberi pakan domba di Cahaya 4 Farm dengan racikan limbah jagung dan silase berkualitas. (Foto: iNews Malang/Ryan Haryanto)

PROBOLINGGO, iNewsMalang.id – Menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Probolinggo tidak membuat Nur Cholis (47) melupakan akar keilmuannya.

Pria lulusan Sarjana Peternakan ini sukses membuktikan, kesibukan pelayanan publik dan dunia peternakan modern bisa berjalan beriringan tanpa harus mengorbankan salah satunya.

Melalui Cahaya 4 Farm yang berlokasi di Kelurahan Mayangan, Kota Probolinggo, Nur Cholis mengelola kandang berkapasitas 50 hingga 60 ekor domba.


Peternak pemula berdatangan belajar ke kandang Nur Cholis yang dikenal modern, bersih, dan terbuka berbagi ilmu. (Foto: iNews Malang/Ryan Haryanto)

Hebatnya, kandang perkotaan ini sama sekali tidak mengeluarkan bau menyengat, bahkan menjadi tempat yang nyaman untuk sekadar “ngopi bareng” para peternak.

Solusi Praktis Berawal dari Kegelisahan Rekan Kerja

Langkah Nur Cholis merintis usaha ini di Kelurahan Mayangan sejak menikah tahun 2009 dipicu oleh fenomena musiman setiap menjelang Hari Raya Idul Adha. Banyak rekan sesama ASN yang berniat ibadah kurban kerap kebingungan mencari hewan ternak yang berkualitas.

“Teman-teman kantor kebingungan mencari hewan ternak. Kalaupun beli di pasar atau di pinggir jalan, mereka masih pusing memikirkan biaya perawatan, transportasi, hingga perawatan sampai hari-H,” kenang Nur Cholis.

Melihat celah tersebut, Cahaya 4 Farm hadir membawa solusi all-in-one. Konsumen cukup datang, memilih hewan kurban, dan harga yang dibayarkan sudah mencakup biaya perawatan hingga pengiriman gratis di wilayah Kota Probolinggo pada hari-H.

Sistem serupa juga diterapkan untuk layanan akikah yang siap sedia setiap hari, lengkap dengan jasa pengolahan masakan.

Manajemen Waktu Ketat dan Revolusi Pakan Tanpa ‘Ngarit’

Bagi masyarakat awam, memelihara puluhan ekor domba sembari wajib standby di kantor Kraksaan sebelum pukul 07.30 WIB terdengar mustahil. Namun, Nur Cholis mematahkan stigma peternakan tradisional yang melelahkan.

Kuncinya ada pada kedisiplinan dan rekayasa pakan alternatif. Setiap hari, aktivitas pembersihan kandang dan pemberian pakan sudah tuntas pada pukul 05.30 WIB.

Demi efisiensi, ia tidak lagi mengandalkan rumput segar yang rawan membuat ternak kembung saat musim hujan dan sulit dicari saat kemarau.

  • Pakan Harian (Mix Lembut & Serat): Memanfaatkan limbah jagung (selamper/beraber) dari selep lokal, limbah singkong dari pengusaha keripik, serta konsentrat pabrikan.
  • Pakan Booster (Menjelang Kurban): Menggunakan silase rumput gajah dan silase pohon jagung untuk mendongkrak higienitas dan pemenuhan gizi ternak.

Totalitas Pengabdian: Kantongi Sertifikat Juri Nasional hingga Juleha

Meski secara kedinasan ia ditempatkan di bidang yang tidak linier dengan pendidikannya, panggilan jiwa Nur Cholis sebagai aktivis peternakan tidak pernah padam.

Pria yang akrab dipanggil Mas Nur itu rela mengikuti diklat ketat di Jember hingga berhasil mengantongi sertifikat Juri Kontes Kambing-Domba Tingkat Nasional dari HPDKI. Tak hanya itu, ia juga tersertifikasi sebagai Juru Sembelih Halal (JULEHA).

Ilmu dan sertifikasi ini tidak ia simpan sendiri. Nur Cholis kerap turun tangan memberikan edukasi langsung kepada peternak baru yang kesulitan, mulai dari cara menangani penyakit luar hingga penanganan darurat kelahiran darurat satwa premium bernilai belasan juta rupiah.

Bagi Nur Cholis, tantangan terbesar peternak saat ini bukanlah proses budidaya atau penggemukan, melainkan kepastian pasar pasca-panen.

Ia berharap pemerintah ke depan bisa lebih fokus membuka keran informasi pangsa pasar yang sehat agar harga di tingkat peternakan tidak dipermainkan oleh pasar yang lesu.

Sosok Nur Cholis adalah representasi nyata dari creative-mindset yang dibutuhkan hari ini. Di tengah skeptisisme publik terhadap produktivitas ASN, ia mendobrak batas dengan menjadi mentor dan penggerak ekonomi lokal tanpa melalaikan tugas utamanya.

Inovasi manajemen pakan hemat waktu dan gerakan edukasi klinis yang ia tularkan kepada peternak pemula adalah bukti bahwa kontribusi terbaik seseorang tidak selalu dibatasi oleh sekat-sekat ruang kerja kedinasan. Pengabdian sejati tahu kemana ia harus pulang dan berdampak.

Editor : Ryan Haryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut