Bongkar Kasus Modus PNS Pemprov Jatim, 13 Personel Polres Malang Dapat Penghargaan
MALANG, iNewsMalang.id - Sebanyak 65 personel Polres Malang mendapat penghargaan atas kinerja dan inovasi pelayanan kepada masyarakat. Apresiasi diberikan langsung Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri saat apel di Mapolres Malang, Senin (7/9/2026).
Dari jumlah tersebut, 63 penerima merupakan personel Polri. Dua lainnya terdiri atas seorang PNS dan seorang pekerja harian lepas (PHL) di lingkungan Polres Malang.
Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas kinerja anggota dalam menjalankan tugas sekaligus menghadirkan inovasi pelayanan kepada masyarakat.
“Penghargaan ini bukan sebuah tujuan, tetapi merupakan proses dan komitmen untuk memberikan pelayanan yang lebih baik,” kata Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri.
Rulian menegaskan, tugas kepolisian tidak berhenti pada penegakan hukum. Pelayanan kepolisian juga menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan maupun membutuhkan bantuan.
Karena itu, personel yang belum mendapat penghargaan diminta tidak berkecil hati. Mereka tetap dituntut bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
“Seluruh personel diminta tetap memberikan pelayanan terbaik dan menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, 13 personel Polres Malang juga mendapat apresiasi dari Kepala Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan III Malang.
Penghargaan tersebut diberikan setelah mereka berhasil mengungkap perkara pidana dengan modus pelaku mengaku sebagai PNS Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Menurut Rulian, apresiasi dari luar institusi kepolisian menunjukkan kinerja anggota juga mendapat perhatian masyarakat maupun instansi lain.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kita sekaligus motivasi untuk terus berkarya lebih baik. Setiap tindakan dan kinerja kita diawasi masyarakat, bukan hanya dari internal kepolisian, tetapi juga banyak pihak,” ujarnya.
Penghargaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni. Rulian meminta seluruh personel menjadikannya sebagai pemacu untuk meningkatkan kinerja, terutama dalam pelayanan dan menjaga keamanan masyarakat.
“Jadikan apresiasi ini sebagai pemacu semangat. Pertahankan dan tingkatkan kinerja untuk mewujudkan Kabupaten Malang yang aman dan kondusif serta memastikan kehadiran polisi selalu dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Rulian juga menyinggung persoalan yang perlu diantisipasi selama musim kemarau. Kekurangan air di sejumlah wilayah hingga potensi kebakaran lahan menjadi perhatian.
Personel kepolisian diminta responsif ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Kehadiran polisi, menurut dia, tidak sebatas dalam urusan penegakan hukum, tetapi juga perlindungan dan pelayanan.
“Polri harus hadir dalam setiap kondisi yang membutuhkan. Kita harus menjadi representasi negara yang hadir di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Ryan Haryanto