Viral Surat Tolak KKN UMM di Malang, Ini Respons Pihak Kampus
MALANG, iNewsMalang.id – Surat Tolak KKN UMM yang berkop Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kasembon bikin geger. Isinya bukan undangan pengajian atau instruksi kegiatan organisasi, melainkan larangan menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam berbagai kegiatan warga Nahdliyin.
Surat Tolak KKN UMM tersebut viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @rifkyjafarthalib.official. Instruksi ditujukan kepada jajaran badan otonom (Banom) dan lembaga di bawah MWCNU Kasembon, terutama di tingkat anak ranting.
Mahasiswa KKN UMM diminta tidak dilibatkan dalam kegiatan yang digelar warga NU. Mulai TPQ, madrasah diniyah (Madin), pengajian, yasinan, tahlil, istighosah hingga kegiatan lainnya.
“Tidak menerima keikutsertaan KKN dari UNMU yang ingin bergabung dengan kegiatan warga Nahdliyin,” demikian bunyi bagian surat tersebut.
Alasan yang dicantumkan dalam surat itu berkaitan dengan perbedaan akidah dan organisasi antara NU dan Muhammadiyah.
Viralnya Surat Tolak KKN UMM tersebut pun memantik perbincangan. Apalagi, KKN mahasiswa UMM di Kasembon tetap berjalan.
Kepala Divisi Pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMM Arina Restian membenarkan keberadaan surat itu. Namun, kampus memilih tetap menempuh jalur komunikasi.
“Iya, surat itu memang ada. Tapi hanya sebagian kecil orang yang mengeluarkan larangan tersebut. Kami tetap berusaha dan berbuat baik kepada warga,” ujar Arina, Minggu (9/8/2026).
UMM, lanjut dia, terus berkoordinasi dengan berbagai unsur masyarakat. Termasuk pengurus Ranting NU Desa Kasembon.
Menurut Arina, pengurus ranting tetap membersamai mahasiswa. Karena itu, program KKN tidak dihentikan. Mahasiswa juga tetap berbaur dengan masyarakat.
“Kami terus berkoordinasi dengan Ranting NU Desa Kasembon dan mereka tetap mendampingi kami. Syukurnya, kegiatan mahasiswa KKN bersama warga juga masih berjalan,” ucap Arina.
Pendekatan serupa dilakukan kepada masyarakat secara luas. Mahasiswa tetap diajak berkomunikasi dengan warga, termasuk warga NU.
Tak berhenti pada kegiatan rutin. Mahasiswa bahkan tengah menyiapkan program pengolahan limbah kotoran menjadi briket.
Bagi UMM, polemik Surat Tolak KKN UMM tersebut tidak boleh mengaburkan tujuan KKN. Yakni belajar sekaligus mengabdi dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Arina berharap semua pihak tidak melihat KKN dari sekat organisasi. Sebab, mahasiswa datang untuk berkolaborasi dan membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.
“Kami berharap semua pihak dapat melihat KKN sebagai ruang untuk belajar, mengabdi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Ryan Haryanto