Pertamina Pastikan Stok BBM Pertalite dan Solar di Malang Tercukupi
MALANG, iNewsMalang.id - Antrean pembelian Pertalite dan Solar yang muncul di sejumlah SPBU di Malang dalam beberapa pekan terakhir mendapat perhatian pemerintah. Permintaan dua jenis BBM bersubsidi itu memang meningkat, tetapi Pertamina memastikan pasokannya masih mencukupi.
Kepastian tersebut disampaikan setelah Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Forkopimda mengecek SPBU Ciliwung, Selasa (8/9/2026).
Dalam peninjauan itu, Wahyu melihat langsung stok Pertalite dan Solar. Dia juga sempat berbincang dengan masyarakat yang sedang mengisi BBM.
Sales Branch Manager Pertamina Fuel 1 Malang Imam Rizki mengatakan, pengecekan dilakukan menyusul isu sulitnya masyarakat mendapatkan BBM bersubsidi.
“Hari ini Pak Wali Kota bersama dengan Forkopimda Kota Malang meninjau terkait dengan stok atau penjualan yang ada di SBB di Kota Malang,” kata Imam.
Menurut dia, konsumsi BBM di wilayah Malang memang mengalami peningkatan selama sebulan terakhir. Salah satu pemicunya adalah tingginya aktivitas masyarakat sepanjang Agustus.
“Kalau misalnya kita coba lihat dari isu yang beredar sekarang ini, memang konsumsi dari sisi BBM terutama di wilayah kita ini kan sedang naik. Kebetulan di bulan Agustus ini memang masyarakat banyak kegiatan,” ujarnya.
Masuknya mahasiswa untuk memulai perkuliahan turut mendongkrak konsumsi. Kota Malang yang menjadi salah satu pusat pendidikan menerima kembali mobilitas mahasiswa setelah sejumlah kampus memulai kegiatan perkuliahan pada Agustus.
“Momennya pas lagi anak-anak kuliah masuk di Agustus ini, sehingga dari sisi roda dua itu meningkat kebutuhannya,” katanya.
Faktor lain datang dari pergeseran konsumsi setelah harga Pertamax Series naik pada awal Agustus 2026. Pertamina mencatat sebagian konsumen beralih dari Pertamax ke Pertalite.
Dampaknya, konsumsi Pertalite di Malang Raya meningkat sekitar 6–10 persen. Kenaikan lebih tinggi terjadi pada Solar, yakni sekitar 10–15 persen.
“Ini secara tidak langsung jadi lebih shifting (beralih ke Pertalite) masyarakat, kenaikan konsumsi ini sendiri antara 6-10 persen untuk Pertalite-nya. Kemudian dari sisi yang gas oil atau solar ini mengalami kenaikan yang lumayan, jadi 10-15 persen,” jelas Imam.
Pasokan Pertalite Naik dari 700 Jadi 888 Kiloliter
Menghadapi lonjakan konsumsi tersebut, Pertamina menambah pasokan ke Fuel Terminal Malang. Tambahan pengiriman Pertalite dan Solar mencapai sekitar 20 persen dibanding kebutuhan normal.
Untuk Pertalite, penyaluran normal sekitar 700 kiloliter per hari. Volume tersebut kemudian ditingkatkan hingga 888 kiloliter per hari.
Penambahan juga dilakukan terhadap Solar. Dalam kondisi normal, kebutuhan berada pada kisaran 280–300 kiloliter. Pasokan kini ditingkatkan hingga sekitar 360 kiloliter.
“Secara normalnya itu penyalurannya 700 kiloliter per harinya. Bahkan kita coba tambah sampai ke 888 kilo liter. Untuk solarnya sendiri estimasi kenaikan kan 10-15 persen dari kebutuhan atau dari normal, normalnya itu sekitar 280 kiloliter atau sampai 300 kiloliter dari Depo Malang ini sudah mencapai sekitar 360 kiloliter,” terangnya.
Dengan tambahan tersebut, Pertamina berharap distribusi BBM ke SPBU kembali optimal sekaligus mengurangi antrean yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.
“Harapannya ini stok SPBU semuanya sudah terpenuhi dengan optimalisasi ini,” tandas Imam.
Bagi Pemkot Malang, ketersediaan BBM juga berkaitan dengan pengendalian inflasi. Karena itu, TPID turun langsung untuk memastikan lonjakan permintaan tidak berujung pada gangguan pasokan di masyarakat.
Editor: Ryan Haryanto