Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kayutangan Malang Jadi Magnet Wisata, Hotel Bintang 3 di Sekitarnya Kecipratan Tamu
Advertisement . Scroll to see content

BMKG Telusuri Dentuman yang Terdengar di Malang Raya, Sensor Geofisika Ikut Dicek

Rabu, 09 September 2026 | 18:29 WIB
  • author Afifuddin Muhammad
BMKG Telusuri Dentuman yang Terdengar di Malang Raya, Sensor Geofisika Ikut Dicek
Ilustrasi dentuman misterius yang terdengar warga di sejumlah wilayah Malang Raya. (Foto: iNews Malang/AI)

MALANG, iNewsMalang.id - Teka-teki suara keras yang terdengar di Malang Raya pada Selasa malam (8/9/2026) belum terjawab. BMKG kini mengecek rekaman sensor geofisika setelah memastikan fenomena tersebut tidak berkaitan dengan kondisi cuaca.

Pengecekan dilakukan menyusul banyaknya warga yang mengaku mendengar dentuman. Laporannya tidak terkonsentrasi di satu kawasan. Suara serupa dirasakan warga di beberapa bagian Kota Malang hingga Kabupaten Malang.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Linda Fitrotul menyebut indikasi awal dari sisi meteorologi sudah dapat dikesampingkan.

“Kalau dari faktor cuaca bukan,” ujar Linda, Rabu (9/9/2026).

BMKG kemudian memperluas penelusuran. Salah satunya dengan mencari informasi mengenai aktivitas penerbangan di Lanud Abdulrachman Saleh.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan apakah pada waktu yang berdekatan terdapat latihan pesawat yang berpotensi menghasilkan suara keras. Namun, informasi yang diterima BMKG menunjukkan tidak ada kegiatan tersebut.

"Kami sudah cek ke Lanud Abdulrachman Saleh dan dipastikan tidak ada latihan pesawat," kata Linda.

Karena dua kemungkinan itu belum menjawab asal suara, BMKG berkoordinasi dengan Stasiun Geofisika. Rekaman sensor akan menjadi salah satu petunjuk untuk mengetahui apakah pada waktu kejadian terdapat aktivitas yang terdeteksi perangkat pemantauan.

Dentuman tersebut sebelumnya dirasakan warga di wilayah yang cukup luas. Di Kota Malang, laporan muncul dari Blimbing, Bumiayu, hingga Lowokwaru. Sementara di Kabupaten Malang, warga Lawang dan Bululawang juga mengaku mendengar suara serupa.

Jarak antarlokasi itulah yang membuat sumber suara sulit dipastikan hanya berdasarkan laporan warga.

Sebelum ada penjelasan dari BMKG, warga sempat menerka-nerka. Ada yang menghubungkannya dengan aktivitas konstruksi. Ada pula yang mengira suara berasal dari sound system berdaya besar.

Perbincangan kemudian bergeser ke media sosial setelah warga dari lokasi berbeda mengaku mengalami hal serupa.

“Barusan ada dentuman ya di malang ? atau aku salah dengar,” tulis akun sesilia.dinan di Threads.

Hingga Rabu (9/9/2026), belum ada kesimpulan mengenai asal dentuman tersebut. Penelusuran melalui data geofisika masih diperlukan untuk mencari petunjuk mengenai sumber suara yang terdengar di sejumlah wilayah Malang Raya itu.

Editor: Ryan Haryanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut