Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran Gunung Bromo Merambat Cepat, Helikopter Lakukan Water Bombing
Advertisement . Scroll to see content

Kebakaran Gunung Bromo Meluas ke Jemplang, Seluruh Akses Wisata Ditutup

Sabtu, 12 September 2026 | 23:16 WIB
  • author Afifuddin Muhammad
Kebakaran Gunung Bromo Meluas ke Jemplang, Seluruh Akses Wisata Ditutup
Api merembet ke Jemplang. Seluruh akses wisata Gunung Bromo ditutup hingga kondisi aman. (Foto: iNews Malang/Ryan Haryanto)

MALANG, iNewsMalang.id - Kebakaran Gunung Bromo belum terkendali. Api yang sebelumnya membakar Savana Pengol merembet hingga mendekati Pos Jemplang, Sabtu (12/9/2026). Seluruh akses wisata Gunung Bromo ditutup.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) memberlakukan penutupan mulai Sabtu hingga waktu yang belum ditentukan. Kebijakan itu diambil setelah kebakaran meluas dan kondisi di lapangan dinilai berisiko bagi wisatawan.

Sementara itu, kunjungan ke kawasan Ranu Regulo masih dibuka secara terbatas sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, kebakaran pertama kali terdeteksi di Savana Pengol pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Api kemudian bergerak ke dua arah, yakni Gunung Kursi dan kawasan Pengol.

Upaya pemadaman sempat menunjukkan perkembangan pada Jumat malam (11/9/2026). Api di Pengol berhasil dipadamkan. Kebakaran yang mengarah ke Gunung Kursi juga sudah dapat dikendalikan.

Situasi berubah pada Sabtu sore. Angin kencang kembali memicu munculnya api di Pengol. Kobaran kemudian menjalar melalui vegetasi kering hingga ke arah Pos Jemplang.

“Sabtu sore tiupan angin kencang memicu titik api baru di Pengol hingga melahap vegetasi ke arah Pos Jemplang,” ujar Rudi, Sabtu (12/9/2026).

Rumput yang mengering saat puncak musim kemarau membuat api mudah merambat. Angin kencang turut mempercepat penjalaran. Asap tebal juga mulai membatasi jarak pandang dan menyulitkan pergerakan petugas.

Ratusan personel gabungan dikerahkan untuk mengejar titik-titik api. Dari BB TNBTS terdapat 56 personel bersama Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Masyarakat Mitra Polhut.

Kekuatan itu ditambah delapan personel Manggala Agni BKSDA Bali, delapan personel Taman Nasional Bali Barat, 15 personel Brigdalkarhut Jabalnusra, serta 15 personel Gakkum Kehutanan. BPBD dan TNI-Polri juga terlibat dalam penanganan.

Petugas membawa dua mobil tangki, dua mobil patroli, dua pikap, dan satu truk air. Namun, tidak semua titik kebakaran dapat dijangkau kendaraan.

Di medan sulit, petugas harus bergerak dengan peralatan manual dan mekanis. Gepyok, jet shooter, hingga engine blower digunakan untuk memutus rambatan api.

Pemadaman dari udara juga disiapkan untuk menjangkau kawasan yang sulit ditembus tim darat.

“Untuk mempercepat pemadaman di area sulit jangkau, upaya diperkuat melalui dukungan pemadaman udara (water bombing) dari Pemprov Jawa Timur,” kata Rudi.

Meluasnya kebakaran tersebut membuat BB TNBTS meminta wisatawan tidak memaksakan diri masuk ke kawasan Bromo. Masyarakat juga diminta menjauhi lokasi kebakaran agar tidak menghambat pergerakan tim pemadam.

Informasi mengenai pembukaan kembali wisata Bromo akan disampaikan setelah kondisi dinyatakan aman.

Editor: Ryan Haryanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut