get app
inews
Aa Text
Read Next : Bromo Kembali Terbakar, Api Merambat ke Homestay Tengger Indah

Bromo Gaspol, Semeru Masih Dikunci! Ini Alasan TNBTS Belum Buka Pendakian

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:27 WIB
header img
Bromo sudah buka sejak 20 Agustus, pendakian Semeru masih ditutup demi keselamatan. (Foto: iNews Malang/Ryan Haryanto)

MALANG, iNewsMalang.id - Mau ke Bromo? Gas. Mau lanjut mendaki Semeru? Eits, tahan dulu. Dua destinasi yang berada dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) itu kini punya status berbeda.

Gunung Bromo sudah kembali dibuka untuk wisatawan sejak 20 Agustus lalu. Sementara jalur pendakian Gunung Semeru hingga Ranu Kumbolo masih ditutup. Penutupan dilakukan karena kondisi karhutla di kawasan tersebut masih menjadi perhatian.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menegaskan, penutupan tidak berlaku untuk seluruh kawasan wisata.

“Yang ditutup hanya jalur pendakian ke Semeru sampai dengan Ranu Kumbolo. Kalau Gunung Bromo, sudah kita buka sejak tanggal 20 Agustus 2026,” ujar Rudi, Jumat (28/8/2026).

Artinya, wisatawan tetap bisa berkunjung ke berbagai objek wisata di kawasan Bromo. Aktivitas kunjungan di sana sudah berjalan seperti biasa.

Sebaliknya, pendakian Semeru belum bisa dilakukan. TNBTS belum mau mengambil risiko membuka jalur sebelum kondisi benar-benar aman.

Sebab, persoalannya bukan sekadar api sudah terlihat padam atau belum. Tim juga harus memastikan jalur pendakian aman dilalui. Termasuk kondisi sarana dan prasarana yang menunjang keselamatan pendaki.

“Ketika nanti sudah bisa kita kendalikan api dan juga kita pastikan jalurnya aman, tentunya itu sudah kita kaji bahwa jalur sudah cukup aman bagi pendaki untuk kembali mengunjungi kawasan,” kata Rudi.

Belum ada tanggal pasti kapan pendakian Semeru dibuka kembali. TNBTS masih menunggu kondisi kebakaran terkendali dan hasil evaluasi keamanan jalur.

Di sisi lain, musim kemarau juga membuat ancaman kebakaran belum bisa dianggap sepele. Kondisi kawasan yang kering membuat api lebih mudah muncul dan menyebar.

Rudijanta meminta wisatawan dan warga tidak sembarangan melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api. Apalagi dampak karhutla tidak berhenti pada kerusakan kawasan.

Aktivitas wisata dan ekonomi warga sekitar ikut terdampak ketika akses kawasan harus ditutup.

“Keteledoran itu bisa menimbulkan dampak yang cukup besar. Banyak yang dirugikan, termasuk aktivitas ekonomi,” tegasnya.

Karena itu, kewaspadaan tidak hanya menjadi tugas petugas TNBTS. Wisatawan dan masyarakat sekitar juga diminta ikut menjaga kawasan. Jangan sampai percikan kecil kembali membuat kawasan wisata harus ditutup.

Editor : Ryan Haryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut