Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran Gunung Bromo Meluas ke Jemplang, Seluruh Akses Wisata Ditutup
Advertisement . Scroll to see content

Candi Borobudur Dipugar hingga Oktober 2026, Ini Aturan Baru bagi Wisatawan

Kamis, 24 September 2026 | 07:46 WIB
  • author Arifany NS
Candi Borobudur Dipugar hingga Oktober 2026, Ini Aturan Baru bagi Wisatawan
Candi Borobudur tetap dibuka untuk wisatawan meski pemugaran berlangsung hingga Oktober. (Foto: iNews Malang/@antony_capox)

MAGELANG, iNewsMalang.id - Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, tengah menjalani pemugaran yang ditargetkan berlangsung hingga 24 Oktober 2026. Meski demikian, wisatawan tetap bisa berkunjung dengan sejumlah penyesuaian akses selama pekerjaan berlangsung.

Salah satu area yang ditutup sementara yakni pelataran utara. Kawasan tersebut digunakan sebagai zona kerja sehingga tidak dapat dimasuki wisatawan.

Pemugaran kali ini difokuskan pada Mahastupa, terutama Yasti yang berada di bagian paling atas stupa induk Candi Borobudur. Pekerjaan dilakukan untuk menangani pergeseran sekaligus memperkuat kestabilan struktur.

Konservasi juga menyasar sejumlah kondisi pada Mahastupa, mulai pelapukan, rekahan, rongga hingga penggaraman. Proses konsolidasi dan konservasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima pekan.

Target penyelesaian ditetapkan pada 24 Oktober 2026. Namun, jadwal tersebut masih dapat berubah menyesuaikan kondisi teknis yang ditemukan selama pengerjaan.

Selama pemugaran, kawasan Candi Borobudur tidak ditutup untuk kunjungan wisata. Pengunjung tetap dapat masuk dengan mengikuti jalur yang telah ditentukan.

Wisatawan hanya dilarang memasuki zona pekerjaan yang telah dipasangi pembatas. Selain pelataran utara, akses ke area lain juga dapat disesuaikan mengikuti perkembangan pemugaran.

Pengelola akan mengevaluasi aspek keselamatan secara berkala. Perubahan jalur maupun akses dapat diberlakukan apabila kondisi pekerjaan membutuhkan pembatasan tambahan.

Wisatawan pun diminta mengikuti arahan petugas dan memperhatikan pembatas yang terpasang selama berada di kawasan Candi Borobudur.

Yasti Jadi Fokus Pemugaran

Yasti menjadi salah satu bagian utama yang ditangani dalam pemugaran kali ini. Struktur tersebut berada di titik tertinggi stupa induk atau Mahastupa Candi Borobudur.

Konsolidasi dilakukan untuk memulihkan kondisi sekaligus memperkuat kestabilan Yasti. Sementara konservasi Mahastupa dilakukan terhadap bagian yang mengalami pelapukan, rekahan, rongga dan penggaraman.

Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi dan kelestarian Candi Borobudur sebagai bangunan cagar budaya.

Di tengah pemugaran, Chattra belum dipasang di puncak Candi Borobudur. Chattra merupakan elemen arsitektur berbentuk payung bertingkat yang secara tradisional ditempatkan di atas Yasti.

Dalam tradisi Buddhis, elemen tersebut memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan penghormatan, perlindungan dan kesakralan.

Rencana pemasangan Chattra hingga kini masih dalam pembahasan. Kajian mempertimbangkan temuan arkeologis, dokumentasi historis, aspek arsitektur, prinsip konservasi hingga ketentuan pelestarian Warisan Dunia UNESCO.

Setelah pemugaran rampung, area yang ditutup sementara akan dibuka kembali secara bertahap. Pembukaan dilakukan setelah pemeriksaan akhir memastikan kawasan tersebut aman untuk dikunjungi wisatawan.

Editor: Ryan Haryanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut