Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sopir Angkot Malang Tolak Trans Jatim Koridor 2, Dishub Siapkan Opsi Angkutan Pelajar
Advertisement . Scroll to see content

Batas Usia Berubah, Pertina Kota Malang Berburu Petinju Muda untuk Porprov 2027

Senin, 28 September 2026 | 19:08 WIB
  • author Afifuddin Muhammad
Batas Usia Berubah, Pertina Kota Malang Berburu Petinju Muda untuk Porprov 2027
Ilustrasi tinju. Pertina Kota Malang mulai menyiapkan atlet untuk Porprov Jatim 2027. (Foto: iNews Malang/AI)

MALANG, iNewsMalang.id - Perubahan batas usia atlet menjadi maksimal 25 tahun membuat Pertina Kota Malang mulai memetakan ulang kekuatan menjelang Porprov Jawa Timur 2027. Penjaringan petinju muda hingga memperbanyak pertandingan bakal menjadi fokus pembinaan.

Ketua Pertina Kota Malang Anas Muttaqin mengatakan, persiapan dilakukan bertahap. Atlet potensial akan dijaring, masuk pembinaan rutin, kemudian mendapat lebih banyak kesempatan bertanding maupun sparing.

“Penjaringan, pembinaan, pertandingan dan sparing akan kami perbanyak,” kata Anas, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, potensi petinju di Kota Malang cukup besar. Selain atlet amatir yang telah dibina, sejumlah boxing gym juga dinilai bisa menjadi tempat menemukan bibit baru.

Pertina berencana menggandeng jejaring boxing gym tersebut untuk menggelar sparing secara rutin. Dari sana, kemampuan sekaligus perkembangan atlet bisa dipantau.

“Boxing gym di Kota Malang cukup banyak. Kami akan rutin menggelar sparing dan mencari bibit baru,” ujarnya.

Regulasi U-25 juga membuat penjaringan atlet muda menjadi semakin penting. Pertina ingin calon petinju Porprov ditemukan lebih awal agar memiliki waktu cukup untuk menjalani pembinaan dan menambah jam terbang.

“Semakin dini ditemukan, semakin panjang waktu untuk membina atlet,” katanya.

Pada Porprov sebelumnya, tinju Kota Malang membawa pulang satu medali emas dan dua perunggu. Capaian tersebut menjadi pijakan bagi kepengurusan baru Pertina untuk menghadapi Porprov 2027.

Anas mengatakan, pemetaan atlet tidak cukup dilakukan melalui latihan. Pertandingan reguler juga dibutuhkan untuk menguji kemampuan dan mental petinju sekaligus menjadi bahan evaluasi sebelum menentukan atlet yang diproyeksikan ke Porprov.

“Pertandingan penting untuk mengasah kemampuan dan melihat perkembangan atlet,” ucapnya.

Sementara petinju binaan yang telah melewati batas usia Porprov tidak akan berhenti begitu saja. Ketua Komisi Tinju Indonesia (KTI) Malang Raya Ade Herawanto mengatakan, atlet berusia di atas 25 tahun bisa diarahkan ke jalur profesional.

“Atlet di atas 25 tahun akan kami tampung di KTI,” kata Ade.

Pertina dan KTI Malang Raya juga merancang pertandingan tinju yang menyasar lingkungan kampus. Selain menambah ruang kompetisi, agenda tersebut diharapkan menjadi pintu untuk menemukan petinju muda baru di Kota Malang.

Editor: Ryan Haryanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut