Anas Menang Tipis, Pertina Kota Malang Ganti Nakhoda
MALANG, iNewsMalang.id – Hanya selisih satu suara. Begitulah hasil akhir perebutan kursi Ketua Pertina Kota Malang. Muhammad Anas Muttaqien mengungguli petahana Yesta dalam Musyawarah Kota (Muskot) Pertina Kota Malang di Aula KONI Kota Malang, Sabtu (15/8/2026).
Anas mengantongi lima suara. Yesta mendapatkan empat suara. Voting menjadi jalan terakhir setelah dua nama tersebut bersaing memperebutkan posisi Ketua Pertina Kota Malang periode 2026–2030.
Hasil itu sekaligus menandai pergantian nakhoda di tubuh organisasi tinju Kota Malang. Anas yang sehari-hari duduk sebagai Ketua Komisi C DPRD Kota Malang kini mendapat mandat untuk membawa Pertina empat tahun ke depan.
Sembilan suara diperebutkan dalam Muskot tersebut. Delapan berasal dari sasana dan satu lainnya dari unsur wasit. Dari 13 sasana yang diundang, delapan hadir di arena musyawarah dan memiliki hak suara.
Jumlah tersebut dinyatakan telah memenuhi kuorum. Muskot pun berlanjut hingga pemungutan suara dan penetapan hasil.
Persidangan dipimpin Sunarko, wasit internasional yang mewakili Pertina Jatim. Hakim bertindak sebagai sekretaris sidang, sedangkan Eka Nurcahyo menjadi anggota sidang dari unsur sasana. Perwakilan KONI Kota Malang turut mengikuti jalannya musyawarah.
Kini, pekerjaan rumah Anas sudah menunggu. Dia tidak ingin kemenangan tipis dalam Muskot hanya menjadi pergantian nama di kursi ketua. Pembenahan organisasi dan pembinaan atlet menjadi pekerjaan pertama yang harus dikebut.
Salah satunya dengan memetakan kembali sasana-sasana tinju di Kota Malang. Dari sana, potensi atlet diharapkan lebih mudah terpantau dan pembinaan bisa berjalan lebih terarah.
Target prestasi pun langsung dipasang. Porprov X Jatim di Surabaya menjadi salah satu panggung yang dibidik. Begitu pula Popda Jatim yang bakal memiliki catatan tersendiri bagi olahraga tinju.
Sebab, untuk kali pertama, tinju akan dipertandingkan secara resmi dalam ajang Popda Jatim. Kesempatan tersebut ingin dimanfaatkan untuk menguji sekaligus memunculkan petinju-petinju muda Kota Malang.
“Kami minta dukungan semua pihak agar tinju Kota Malang kembali berjaya,” kata Anas.
Di luar Pertina, geliat tinju Kota Malang juga mulai dibangunkan. Setelah Muskot selesai, para pengurus sasana secara mufakat menunjuk Ade Herawanto sebagai komandan Komisi Tinju Indonesia (KTI) Kota Malang.
KTI Kota Malang sebelumnya cukup lama vakum. Dengan hadirnya kepengurusan baru Pertina dan KTI, harapannya pembinaan serta ekosistem tinju di Kota Malang kembali hidup.
Bukan sekadar ramai di atas ring. Tetapi juga melahirkan petinju yang mampu bicara di level Jatim, nasional, bahkan internasional.
Editor : Ryan Haryanto