Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Arema FC Paling Ganas di Depan Gawang, 8 Gol Belum Cukup Tembus Papan Atas
Advertisement . Scroll to see content

Arema FC Lebih Tajam di Tangan Marcos Santos, tapi Poin Malah Turun

Selasa, 29 September 2026 | 20:03 WIB
  • author Afifuddin Muhammad
Arema FC Lebih Tajam di Tangan Marcos Santos, tapi Poin Malah Turun
Marcos Santos membawa Arema lebih produktif, delapan gol tercipta dalam tiga laga awal. (Foto: iNews Malang/@aremafcofficial)

MALANG, iNewsMalang.id - Ada yang berbeda dari start Arema FC musim ini. Singo Edan lebih ganas di depan gawang, tetapi belum lebih banyak mengumpulkan poin.

Tiga laga awal Super League 2026-2027 menjadi gambaran menarik perjalanan tim racikan Marcos Santos. Arema sudah mencetak delapan gol. Namun, mereka baru mengantongi lima poin dari satu kemenangan dan dua hasil imbang.

Catatan itu berbeda dibandingkan periode yang sama musim 2025-2026. Saat itu, Arema mengemas tujuh poin setelah meraih dua kemenangan dan sekali imbang.

Artinya, produktivitas Arema naik satu gol, tetapi perolehan poin justru berkurang dua angka.

Musim ini dibuka dengan pesta empat gol tanpa balas atas Isenmulang Kalteng FC di Stadion Kanjuruhan, 4 September 2026. Johan Alfarizi, Diego Landis, Marcos Vinicius, dan Mauro Zijlstra bergantian menjebol gawang lawan.

Setelah start meyakinkan itu, Arema kehilangan empat poin dalam dua pertandingan berikutnya.

Singo Edan bermain imbang 3-3 saat bertandang ke markas PSM Makassar. Tiga gol Arema dicetak Gabriel Silva, Gustavo França, dan Careca.

Arema kemudian kembali berbagi angka ketika menjamu Persik Kediri. Laga di Stadion Kanjuruhan berakhir 1-1. Careca mencetak gol melalui titik penalti.

Dari tiga pertandingan tersebut, Arema menghasilkan delapan gol atau rata-rata 2,67 gol per laga. Produktivitas itu lebih tinggi dibandingkan tiga pertandingan pertama musim lalu yang menghasilkan tujuh gol.

Namun, tambahan gol belum berbanding lurus dengan tambahan angka di klasemen.

Pada awal musim 2025-2026, Arema mengalahkan PSBS Biak 4-1, bermain imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta, kemudian menaklukkan Bhayangkara FC 2-1. Tujuh poin pun masuk kantong dari tiga pertandingan.

Ada pula statistik yang tidak berubah. Selisih gol Arema sama-sama berada di angka plus empat.

Musim lalu, tujuh gol yang dibuat Singo Edan dibarengi tiga kali kebobolan. Musim ini, jumlah gol naik menjadi delapan, tetapi gawang Arema juga sudah kemasukan empat kali.

Perbedaan lain terlihat dari penyebaran gol.

Musim lalu, Dalberto Luan Belo menjadi tumpuan utama. Striker asal Brasil tersebut memborong lima dari tujuh gol Arema dalam tiga pertandingan pertama.

Kondisinya berbeda musim ini. Delapan gol Singo Edan tersebar kepada tujuh pemain. Mereka adalah Johan Alfarizi, Diego Landis, Marcos Vinicius, Mauro Zijlstra, Gabriel Silva, Gustavo França, dan Careca.

Careca menjadi satu-satunya pemain yang sudah mencetak lebih dari satu gol dalam tiga pertandingan tersebut.

Distribusi itu menunjukkan sumber gol Arema kini lebih menyebar. Bek, gelandang hingga pemain depan sama-sama mampu menyumbang gol.

Hanya saja, dua hasil imbang membuat start Arema belum sebaik musim lalu dalam urusan poin.

Dari tiga pertandingan, Singo Edan mencatat satu kemenangan, dua hasil imbang, delapan gol dan empat kali kebobolan. Totalnya lima poin.

Sementara pada periode yang sama musim lalu, Arema mencatat dua kemenangan, sekali imbang, tujuh gol, tiga kali kebobolan dan mengumpulkan tujuh poin.

Marcos Santos pun punya pekerjaan rumah. Ketajaman sudah meningkat. Kini, produktivitas tersebut perlu dikonversi menjadi lebih banyak kemenangan.

Editor: Ryan Haryanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut