Hadiri Seven Beaches Festival 2026, Karina Icha: Perempuan Daerah Jangan Cuma Jadi Penonton
Saat karantina internasional, tantangannya bertambah. Karina harus mengenakan sepatu hak tinggi hingga 12 jam sehari. Kakinya yang cedera terpaksa dilakban agar tetap bisa mengikuti kegiatan.
Pengalaman itulah yang ingin dia bagikan kepada perempuan Probolinggo. Bahwa prestasi membutuhkan keberanian, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar.
“Perempuan daerah sama dengan perempuan yang ada di ibu kota. Perempuan daerah memiliki sumber daya manusia,” katanya.
Karina mengaku tidak berasal dari keluarga konglomerat. Dia juga lahir dan tumbuh jauh dari gemerlap ibu kota. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya mengurungkan keinginan untuk berprestasi.
“Saya terlahir dari kabupaten yang kecil. Saya bukan anaknya Haji Isam, bukan anak konglomerat, tetapi saya bisa. Artinya, teman-teman semuanya juga bisa,” tegasnya.
Editor: Ryan Haryanto