Penampakan Nyamuk Wolbachia, Begini Penjelasan Kementerian Kesehatan

Edi Purwanto
Pelepasan nyamuk Aedes aegypti jantan yang telah diinfeksi dengan Wolbachia, jika dilakukan secara berulang-ulang dan dalam jumlah yang cukup banyak, dapat menekan populasi nyamuk Ae. aegypti betina yang menggigit. Foto: tangkapan layar entomologytoday

JAKARTA, iNewsMalang.id - Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa implementasi nyamuk dengan bakteri wolbachia dapat menurunkan angka kematian akibat demam berdarah. Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, implementasi teknologi nyamuk dengan bakteri wolbachia berhasil menurunkan incidence rate demam berdarah di Yogyakarta."Wolbachia adalah bakteri alami yang ada di dalam tubuh beberapa serangga seperti lalat buah, kupu-kupu, ngengat," ungkap Menkes Budi dilansir laman resmi Kemenkes, Jumat (1/12/2023).

Wolbachia tidak dapat bertahan hidup di luar sel serangga karena tidak memiliki mekanisme untuk mereplikasi dirinya sendiri tanpa bantuan serangga sebagai inangnya. Selain tidak dapat bertahan hidup di lingkungan luar sel inang, wolbachia tidak dapat berpindah ke serangga lain atau manusia, dan wolbachia bukan merupakan rekayasa genetika oleh para ilmuwan.

”Begitu (implementasi Wolbachia) terjadi di Yogya dan kenapa kita senang karena pendekatannya ilmiah, sistematis, dan terstruktur. Bakteri wolbachia ini di nyamuk pun ada, jadi bukan sesuatu yang dibikin-bikin,” kata Menkes Budi seperti disampaikan pada Rapat Dengar Pendapat Komisi IX DPR RI terkait Implementasi Wolbachia di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/11/2023).



Editor : Arif Handono

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network