KOTA MALANG, iNewsMalang.id - Bisnis rumah pas sewa atau rumpas di Kota Malang mulai kehilangan peminat. Penurunan itu tak hanya dirasakan pemilik hunian sementara, tetapi juga pelaku usaha kecil di kawasan kampus yang selama ini mengandalkan aktivitas mahasiswa.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Malang, Arif Tri Sastyawan mengatakan, usaha rumpas memang masih ditemukan di sejumlah wilayah. Namun, geliatnya tidak lagi sebesar beberapa tahun sebelumnya.
“Sekarang masih ada, tapi tidak sebanyak tahun lalu. Tren rumpas juga mulai menurun,” ujar Arif, Senin (11/5/2026).
Menurut dia, perubahan pola hunian mahasiswa menjadi salah satu faktor utama turunnya permintaan rumpas. Banyak mahasiswa kini telah memiliki kos tetap atau tempat tinggal langganan sehingga kebutuhan hunian sementara semakin berkurang.
“Banyak mahasiswa sudah punya kos tetap, sehingga kebutuhan rumpas ikut menurun,” jelasnya.
Selain itu, kondisi ekonomi turut memengaruhi daya beli masyarakat dan mahasiswa. Saat ini, mahasiswa disebut lebih selektif menentukan tempat tinggal maupun pengeluaran sehari-hari.
Arif mengaku pihaknya juga menerima laporan dari masyarakat dan pelaku usaha terkait penurunan tren tersebut. Sejumlah kawasan yang sebelumnya ramai penyewa kini mulai mengalami penurunan tingkat hunian.
“Teman-teman juga mengingatkan kalau tren rumpas mulai turun, apalagi di tengah kondisi ekonomi saat ini,” katanya.
Dampaknya ikut dirasakan usaha kecil di sekitar lingkungan kampus. Warung makan, jasa laundry, toko kebutuhan harian, hingga pasar kecil mulai mencatat penurunan omzet karena berkurangnya aktivitas penyewa rumpas.
“Pasar di kawasan rumpas juga mulai mengalami penurunan dibanding sebelumnya,” imbuhnya.
Meski demikian, Pemkot Malang menilai sektor hunian mahasiswa masih memiliki peluang besar. Status Kota Malang sebagai salah satu kota pendidikan di Jawa Timur dinilai tetap menjadi daya tarik bagi pendatang dari berbagai daerah.
Hanya saja, pola kebutuhan mahasiswa kini berubah. Banyak mahasiswa lebih memilih kos permanen dengan fasilitas lengkap, apartemen mahasiswa, hingga hunian berbasis aplikasi digital.
Perubahan itu membuat pelaku usaha rumpas konvensional dituntut beradaptasi agar tetap mampu bersaing di tengah perubahan kebutuhan pasar.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
