MALANG, iNewsMalang.id – Lonjakan kebutuhan energi rumah tangga diprediksi terjadi selama libur panjang Idul Adha di Malang Raya. Untuk mengantisipasi hal itu, Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menambah pasokan LPG 3 kilogram sekaligus memastikan ketersediaan BBM tetap aman di seluruh wilayah.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan seluruh infrastruktur distribusi telah disiapkan untuk memastikan pasokan energi tetap lancar selama periode libur panjang. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi peningkatan kebutuhan masyarakat.
Menurut dia, penyaluran tambahan juga difokuskan di kawasan Malang Raya yang mengalami kenaikan aktivitas wisata saat libur Idul Adha. Kondisi tersebut membuat kebutuhan energi, terutama LPG dan BBM, ikut meningkat sehingga diperlukan penguatan distribusi di lapangan.
“Kami pastikan stok BBM dan LPG dalam kondisi aman tercukupi dan seluruh infrastruktur telah disiagakan. Pertamina juga tetap standby di lokasi untuk memastikan penyaluran BBM dan LPG berjalan lancar,” ujar Ahad Rahedi, Selasa (26/5/2026).
Penambahan suplai dilakukan melalui mekanisme penyaluran fakultatif, yakni distribusi tambahan di luar pola reguler. Total distribusi LPG 3 kg di Malang Raya pada momen Idul Adha mencapai 261.520 tabung atau sekitar 393 metrik ton.
Di Kota Malang, suplai meningkat signifikan dari kebutuhan harian normal 39.054 tabung atau 117 metrik ton menjadi 58.240 tabung atau 175 metrik ton. Kenaikan tersebut setara dengan 149 persen dibanding hari biasa.
Sementara di Kabupaten Malang, pasokan naik dari 120.188 tabung (361 metrik ton) menjadi 181.440 tabung atau 544 metrik ton. Artinya, terjadi lonjakan sekitar 151 persen dari kondisi normal.
Untuk Kota Batu, distribusi juga diperkuat dari 14.682 tabung atau 43 metrik ton menjadi 21.840 tabung atau 67 metrik ton, atau meningkat sekitar 149 persen.
Ahad menjelaskan, LPG menjadi salah satu energi yang paling banyak digunakan masyarakat saat libur panjang. Karena itu, Pertamina melakukan langkah antisipasi agar kebutuhan tetap terpenuhi tanpa hambatan.
“Artinya ada kenaikan hingga 151 persen suplainya dari rata-rata hari normal,” ujarnya.
Selain penambahan pasokan, Pertamina juga memperketat pengawasan distribusi mulai dari stok awal hingga pengecekan kualitas BBM di SPBU. Pemeriksaan Quantity and Quality (QQ) turut dilakukan secara berkala untuk memastikan standar produk tetap terjaga.
Ahad juga mengingatkan masyarakat agar tetap membeli LPG sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Ia menegaskan kondisi stok energi saat ini dalam keadaan aman dan mencukupi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak membeli produk secara berlebihan, terutama LPG. Masyarakat jangan mudah terpancing atas informasi yang belum tentu kebenarannya, jangan sampai kekhawatiran masyarakat dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
