Tukar Popularitas dengan Bakti, Isa Bajaj Pulang Kampung Rawat Orang Tua

Ryan Haryanto
Kesetiaan sang istri menjadi salah satu kekuatan Isa Bajaj saat memilih keluarga di atas popularitas. (Foto: iNews Malang/@Isa Bajaj)

Awal kepulangannya dipenuhi momen emosional. Sang ibu sempat merasa bersalah dan khawatir akan masa depan ekonomi anak-cucunya karena memutus karier di Jakarta.


Bukan sembarang tomat, ini tomat ranti pilihan untuk menjaga cita rasa tetap juara. (Foto: iNews Malang/@Isabajaj)

Demi membesarkan hati sang ibu, Isa bahkan sempat “berbohong”. Ia pamit keluar rumah dengan alasan syuting konten YouTube yang menghasilkan uang, padahal saat itu akunnya sendiri belum menghasilkan sepeser pun.

Isa dengan telaten membopong ibundanya dari kasur ke mobil, lalu memandikannya saat kondisi sang ibu kian drop, hingga akhirnya sang ibu berpulang pada tahun 2023. Kini, ia melanjutkan bakti tersebut dengan menemani sang ayah yang tinggal sendiri.

Lahirnya 'Eropa': Es Karo Panganan

Merawat orang tua berjalan, namun tabungan lambat laun mulai terkuras. Sadar harus punya sumber penghasilan tetap, Isa mulai memutar otak. Ia bahkan rela menjual motor-motor tua koleksi kesayangannya asal Inggris dan Jerman untuk menyambung hidup dan modal usaha.

Sempat terombang-ambing selama setahun tanpa arah, ide bisnis itu akhirnya muncul dari obrolan bersama teman-teman SMA-nya di Magetan. “Gawe kuliner wae, Sah!” tiru Isa menirukan saran temannya.

Setelah melakukan survei kecil-kecilan, Isa mendapati satu menu yang belum ada di Magetan yakni Nasi Tempong. Padahal, Isa sama sekali tidak punya dasar kemampuan memasak. Ia murni hanya seorang pencinta kuliner.

Modal nekat dan jaringan membawanya berguru pada mekanik langganannya yang jago masak, serta meminta saran formula sambal kepada sahabat lamanya, King Abdi (alumnus MasterChef Indonesia). Dari kolaborasi itulah lahir sebuah tempat makan unik yang diberi nama nyeleneh: Warung Eropa.

“Orang mikirnya pasti jual makanan barat. Padahal Eropa itu singkatan dari Es karo Panganan (Es sama Makanan). Biar orang gampang ingat dan gampang kalau janjian,” selorohnya diiringi tawa khas.


Isa Bajaj sukses bangun Warung Eropa di Magetan, dari artis jadi pengusaha kuliner. (Foto: iNews Malang/@isabajaj)

Sejak awal, Isa berkomitmen pantang “menjual nama besar”. Di warungnya, tidak ada embel-embel nama “Bajaj”. Ia ingin pengunjung datang karena kepincut rasa, bukan karena penasaran ingin melihat artis.

Editor : Ryan Haryanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network