Beda Nominal, Menang Ketenangan
Jika bicara angka, Isa blak-blakan mengaku omzet warungnya saat ini tidak ada apa-apanya dibanding masa jayanya di dunia entertainment.
Pendapatannya dari warung saat ini mungkin hanya berkisar 25 persen dari penghasilannya dulu. Menjadi bintang tamu televisi selama dua jam bisa setara dengan hasil warungnya selama dua minggu.
Namun, ada satu hal yang kini ia miliki dan tidak bisa dibeli dengan sekoper uang Jakarta yaitu ketenangan jiwa.
“Dulu di Jakarta selalu kepikiran rumah, orang tua gimana. Sekarang semua di depan mata. Ngurus anak, istri di sini, nemenin Bapak. Tenang sekali,” ungkapnya.
Isa kini menikmati hidup barunya sebagai pengusaha kuliner di kaki Gunung Lawu. Sambil sesekali menerima kontrak Brand Ambassador produk lokal, ia punya mimpi mandiri untuk membuka cabang Warung Eropa di kota lain seperti Surabaya atau Jogja, tentu dengan pengelolaan sendiri tanpa sistem franchise demi menjaga kualitas rasa.
Di akhir obrolan, Isa menyelipkan sebuah pesan mendalam bagi siapa saja yang masih memiliki orang tua.
“Bahagiakanlah waktu kalian bersama orang tua selagi ada. Membahagiakan itu bukan cuma soal kirim uang seperti pikiran saya dulu. Waktu dan perhatian langsung itu jauh lebih perlu,” pungkas pria berambup kriwul itu.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
