Evaluasi Skuad, Arema FC Kini Cari Pemain Muda yang Siap Pakai

Afifuddin Muhammad
Arema FC ubah strategi, kini memburu pemain muda yang sudah matang dan siap bersaing. (Foto: iNews Malang/@syahrulfadil26)

MALANG, iNewsMalang.id – Regenerasi di Arema FC memasuki babak baru. Singo Edan tak lagi bertaruh penuh pada pemain muda yang masih mentah. Mulai musim 2026-2027, manajemen menggeser strategi dengan memburu talenta muda yang sudah teruji di level kompetisi maupun tim nasional kelompok umur.

Perubahan itu langsung terlihat pada bursa transfer musim ini. Arema melepas empat pemain muda yang sebelumnya diproyeksikan menjadi aset jangka panjang. Mereka adalah Ikhsan Lestaluhu, Anwar Rifai, M Aswin, dan kiper Ardian Casvari.

Padahal, keempatnya sempat dikontrak lebih dari semusim. Klub berharap mereka berkembang bersama Arema dan menjadi tulang punggung tim pada masa depan. Namun, hasil evaluasi menunjukkan perkembangan mereka belum sesuai kebutuhan tim.

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan, perubahan itu merupakan hasil pembahasan bersama direksi dan tim pelatih.

“Kami sekarang mencari pemain muda dan matang,” ujar pria yang akrab disapa inal itu, Rabu (1/7/2026).

Strategi baru tersebut sudah diterapkan pada perekrutan pemain musim ini. Arema mendatangkan Robi Darwis, Syahrul Trisna, dan Erlangga Setyo. Ketiganya masih berusia muda, tetapi telah memiliki pengalaman di level timnas kelompok umur sehingga dinilai lebih siap bersaing.

Menurut Inal, keputusan melepas pemain muda bukan semata-mata karena faktor usia. Semua didasarkan pada rapor masing-masing pemain setelah kompetisi Super League 2025-2026 berakhir. Evaluasi itu sepenuhnya menjadi dasar tim pelatih dalam menyusun komposisi skuad musim depan.

Manajemen juga memilih mempertahankan Marcos Santos sebagai pelatih kepala. Arsitek asal Brasil itu dinilai sudah meletakkan fondasi permainan tim sehingga program yang berjalan tidak perlu dirombak lagi.

Inal mengakui, hasil pembinaan pemain muda musim lalu belum sepenuhnya memuaskan. Meski demikian, Arema tidak menutup pintu bagi pemain hasil akademi.

“Masih ada yang kami pertahankan seperti Dimas Aryaguna, striker muda yang memang jebolan dari akademi Arema,” katanya.

Arema sejatinya memiliki tradisi melahirkan pemain binaan. Johan Alfarizi, Dendi Santoso, hingga Arkhan Fikri menjadi bukti bahwa jalur pembinaan pernah menghasilkan pemain yang mampu menjadi tulang punggung tim.

Bedanya, kini Singo Edan tak lagi hanya mencari pemain muda berpotensi. Klub lebih memilih talenta yang sudah memiliki pengalaman bermain dan kualitas yang teruji. Harapannya, proses adaptasi lebih singkat sekaligus membuat skuad lebih siap menghadapi ketatnya persaingan musim 2026-2027.

Editor : Ryan Haryanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network