Liburan Tak Perlu Jauh, Warga Malang Raya Bisa Jajal Jembatan Kaca Bromo

Ryan Haryanto
Swafoto di atas Jembatan Kaca Bromo, uji nyali sambil menikmati panorama yang memukau. (Foto: iNews Malang/Ryan Haryanto)

MALANG, iNewsMalang.id – Wajah pariwisata ikonik Gunung Bromo resmi memasuki babak baru. Sejak Sabtu (27/6/2026) lalu, Jembatan Kaca Seruni Point (Jembatan Kaca Bromo) yang membentang di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, mulai membuka pintunya untuk umum melalui prosesi soft opening.

Praktis, sudah dua hari ini destinasi pemacu adrenalin pertama di Indonesia yang dikelola The Lawu Group tersebut resmi beroperasi secara terbatas.

Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi para pelancong, tak terkecuali bagi masyarakat Malang Raya yang selama ini menjadikan Bromo sebagai “halaman belakang” tujuan berlibur mereka.

Akses yang dekat membuat wahana anyar ini diprediksi bakal menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Prosesi pembukaan yang berlangsung khidmat ditandai dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama.

Sejumlah pejabat penting tampak hadir, di antaranya Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha, Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi, serta jajaran manajemen pengelola dan Forkopimcam Sukapura.

Hanya 40 Orang per Sesi

Begitu keran kunjungan dibuka, ratusan wisatawan langsung menyemut untuk merasakan sensasi berjalan di atas kaca transparan.

Namun, aspek keselamatan tetap menjadi panglima. Pihak pengelola menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ekstra ketat.

Setiap sesi kunjungan dibatasi maksimal 40 orang di atas jembatan dengan durasi waktu 15 menit. Selain itu, pengunjung wajib mengenakan kaus kaki khusus yang telah disiapkan di lokasi demi menjaga sterilitas dan keamanan permukaan kaca.

President Director The Lawu Group selaku pengelola, Parmin Sastro Wijono, mengklaim bahwa jembatan dengan bentang panjang 130 meter ini menawarkan impresi yang jauh berbeda dengan wahana sejenis di tanah air.

“Kita di Jawa Tengah ada Jembatan Kaca Kemuning, tapi tingginya hanya 40 meter. Di sini tingginya mencapai 83 meter, sehingga adrenalinnya jauh dari sana. Ini serasa di Negeri Cina,” kata Parmin kepada awak media.

Secara teknis, kekuatan struktur jembatan ini sebenarnya mampu menahan beban hingga 6 ton atau setara dengan 60 orang berbobot masing-masing 1 kuintal. Namun, faktor kenyamanan dan faktor psikologis pengunjung membuat manajemen memilih bermain aman dengan membatasi kuota per sesi.

Tiket Cukup Rp 55 Ribu

Untuk ukuran wahana berkelas dunia, tarif yang dipatok terbilang sangat kompetitif. Pengunjung cukup merogoh kocek sebesar Rp55.000. Angka ini jauh lebih miring jika dibandingkan dengan wahana serupa di Bali yang menyentuh angka Rp 150.000, apalagi jika dibandingkan dengan tarif di luar negeri.

Pengalaman mendebarkan itu diakui oleh Aulia Ramadani, 36, wisatawan asal Jombang. Dia mengaku sempat gemetar saat pertama kali menapakkan kaki di atas kaca.

“Awalnya deg-degan karena bisa melihat langsung jurang sedalam itu di bawah kaki. Tapi begitu sampai di tengah, rasa takutnya hilang, berubah jadi kagum karena pemandangan Bromo dari sini luar biasa indah,” kelakarnya.

Dongkrak Ekonomi Warga

Di sisi lain, operasional terbatas ini sengaja dilakukan untuk mematangkan kesiapan sistem sebelum menuju tahapan grand opening. Parmin menekankan, pariwisata masa kini bukan lagi sekadar menyuguhkan fisik bangunan yang megah, melainkan tentang experience (pengalaman) dan memori.

“Ekosistem wisata hanya bisa dibangun bersama dengan masyarakat. Kami ingin kehadiran tempat ini membawa berkah dan kemanfaatan langsung bagi warga sekitar Bromo,” imbuhnya.

Senada dengan hal itu, Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi optimistis wahana baru ini akan memperkuat posisi daerahnya sebagai gerbang utama pariwisata di Jawa Timur.

“Ini kebanggaan kita bersama. Muara dari semua pembangunan ini tentu adalah peningkatan perputaran ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Heri.

Editor : Ryan Haryanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network