Batu Rafting Tantang Adrenalin, Tak Kalah Garang dari Sungai Pekalen

Sholihin
Batu Rafting hadir di Kota Batu, tawarkan pengarungan 12 km dengan 33 jeram pemacu adrenalin. (Foto: iNews Malang/Sholihin)

KOTA BATU, iNewsMalang.id – Magnet wisata Kota Batu tidak melulu soal hawa dingin, petik apel, atau wahana buatan modern. Kota dingin ini ternyata juga menyimpan potensi wisata arus deras yang tak kalah garang dengan Sungai Pekalen di Probolinggo. Bagi para penggila adrenalin, Batu Rafting di Dusun Klerek, Desa Torongrejo, siap menjadi arena baru untuk menguji keberanian.

Destinasi ini menawarkan perpaduan komplet yakni olahraga ekstrem, rekreasi, dan eksotisme alam. Wisatawan tidak hanya diajak bertarung melawan derasnya arus, tetapi juga disuguhi lanskap hijau yang masih perawan.

Riuh gemercik air berpadu pas dengan kicauan burung liar di sepanjang jalur pengarungan.

Tantangan utama yang ditawarkan tidak main-main. Pihak pengelola menyediakan rute sepanjang 12 kilometer. Jalur ini memanfaatkan eksotisme pertemuan arus dari dua sungai purba, yakni Sungai Brantas dan Kali Lanang.

Karakter airnya yang dingin dan jernih dipastikan langsung menyergap wisatawan begitu perahu karet mulai meluncur.

Arungi Rute Historis Selama Tiga Jam

Penasihat Batu Rafting, Saifudin mengungkapkan, titik keberangkatan didesain sedemikian rupa untuk memberikan pengalaman petualangan yang utuh. Jalur yang dilewati juga memiliki nilai historis dan bentang alam yang memukau.

“Rute kami mengambil titik start dari Dusun Klerek, tepatnya di bawah DAM Klerek, dan bakal finish di bawah kaki Gunung Wukir,” ujar Saifudin, Minggu (28/6/2026).

Untuk menaklukkan rute sepanjang belasan kilometer tersebut, setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam pengarungan. Durasi yang cukup panjang itu dipastikan tidak akan menjemukan. Pasalnya, ada puluhan titik jeram dengan tingkat kesulitan bervariasi yang harus ditaklukkan.

“Total ada 33 jeram maskot di rute kami ini. Karakteristiknya macam-macam. Banyak spot aliran air yang deras dan menurun tajam, kelokan batu yang presisi, hingga bonus pemandangan air terjun yang membuat wisatawan kembali fresh,” imbuh Saifudin.

Setelah mencapai titik akhir di kawasan Gunung Wukir, wisatawan tidak perlu berjalan kaki untuk kembali. Pengelola sudah menyiagakan armada mobil pikap untuk mengangkut peserta beserta perlengkapannya kembali menuju base camp utama.

Garansi Safety dengan Pemandu Bersertifikat

Meski masuk dalam kategori olahraga ekstrem dan memacu jantung, pengelola menjamin aspek keselamatan (safety) tetap berada di kasta tertinggi. Regulasi ketat diterapkan tanpa toleransi sejak wisatawan masih berada di darat.

Sebelum pelampung basah oleh air sungai, seluruh pengunjung wajib mengikuti sesi pengarahan (briefing) yang mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) arung jeram internasional. Perlengkapan wajib seperti helm pelindung dan pelampung (life jacket) dicek secara berlapis.

Faktor manusia juga menjadi perhatian serius. Pengelola tidak melepas wisatawan begitu saja tanpa pengawasan profesional di dalam perahu.

“Formasi idealnya, masing-masing perahu diisi maksimal lima orang. Komposisinya empat pengunjung dan dikawal satu pemandu bersertifikat,” tegasnya.

Bukan itu saja, untuk mengantisipasi skenario terburuk di atas air, pihak Batu Rafting juga menerjunkan tim penyelamat (rescue team) khusus. Tim ini bersiaga secara mobil di titik-titik jeram berkategori heavy atau rawan.

Hadirnya Batu Rafting ini menjadi penanda opsional wisata di Malang Raya semakin kaya. Menaklukkan jeram liar kini tak harus menempuh perjalanan jauh ke Probolinggo; Kota Batu punya jawaban yang sama serunya.

Editor : Ryan Haryanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network