Kepala BPOM Tinjau Pabrik Otsuka, Pastikan Manajemen Risiko Berjalan

Robert A
Kepala BPOM RI meninjau pabrik Pocari Sweat dan Soyjoy di Pasuruan, Kamis (9/7/2026). (Foto:

Menurut Taruna, sertifikat IP PMR bukan garis akhir. Yang lebih penting ialah konsistensi perusahaan menjalankan pengendalian risiko dalam aktivitas produksi sehari-hari.

Dari hasil inspeksi, BPOM menilai proses produksi PT Amerta Indah Otsuka telah memenuhi standar keamanan pangan. Penilaian dilakukan terhadap kualitas bahan baku, proses pengolahan, sistem sterilisasi, hingga mutu produk sebelum dipasarkan.

“Kami memastikan standar yang diterapkan sudah sesuai, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga sterilisasi produk. Kami juga melihat setiap tahapan produksi dan hasilnya sudah sesuai standar. Itu yang membuat kami senang karena menunjukkan penerapan good manufacturing practices yang baik. Bahkan kami juga mencicipi produknya,” katanya.

Taruna menjelaskan, perubahan pendekatan pengawasan dilakukan karena jumlah industri pangan di Indonesia terus bertambah. Saat ini terdapat sekitar 3,4 juta industri pangan yang tersebar di berbagai daerah.

Dengan jumlah tersebut, pengawasan tidak mungkin hanya mengandalkan inspeksi lapangan. Karena itu, BPOM menerapkan Program Manajemen Risiko agar setiap perusahaan memiliki sistem pengendalian internal yang berjalan konsisten, sementara regulator berperan melakukan supervisi.

Editor : Ryan Haryanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network