Api Terus Merambat ke Arah B30, Malam Ini Masih Terlihat dari Kopi Dewa 19

Ryan Haryanto
Api masih menyala. Dari Seruni Point, kobaran tampak merambat ke arah B30. (Foto: iNews Malang/Ryan Haryanto)

PROBOLINGGO, iNewsMalang.id - Bromo belum benar-benar aman. Kebakaran yang melanda Blok Bantengan sejak Senin (3/8/2026) terus meluas. Hingga Jumat (7/8/2026) pukul 16.00 WIB, luas area terdampak api diperkirakan mencapai 176 hektare.

Api diduga pertama kali muncul dari punggungan perbukitan di jalur Bantengan menuju Argosari. Kondisi kemarau membuat si jago merah lebih mudah menjalar. Padang rumput mengering, kelembapan udara rendah, ditambah embusan angin cukup kencang.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, kondisi vegetasi menjadi salah satu faktor yang mempercepat pergerakan api.

“Kondisi musim kemarau dengan vegetasi padang rumput yang mengering, rendahnya kelembapan udara, serta tiupan angin yang cukup kencang menjadi faktor yang menyebabkan api dengan cepat menjalar,” ujarnya, Jumat (7/8/2026).

Sejak kebakaran terpantau sekitar pukul 17.00 WIB pada 3 Agustus, petugas langsung dikerahkan. Pemadaman dilakukan secara gabungan. Melibatkan BB TNBTS, Manggala Agni, Korps Marinir, PPGST, Saver, Masyarakat Peduli Api (MPA), warga Desa Ranupani dan Ngadas, serta personel Resort Ranupani dan Resort Jemplang.

Pemprov Jatim, TNI, Polri, BPBD, BNPB, dan sejumlah pihak lain turut memperkuat operasi di lapangan.

Awalnya, petugas mengandalkan pemadaman melalui jalur darat. Mobil pemadam kebakaran, jet shooter, gebyok, hingga sekat bakar digunakan untuk menahan laju api.

Namun, medan tidak bersahabat. Titik kebakaran berada di lereng dan punggungan bukit dengan akses terbatas. Petugas pun harus bergerak bertahap. Keselamatan personel menjadi prioritas.

Operasi kemudian diperkuat dari udara. Helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing ke titik-titik yang sulit dijangkau dari darat.

Pada Jumat, penyiraman dari udara dilakukan empat kali. Operasi tersebut didukung BNPB, TNI AL, dan Pemprov Jatim.

Water bombing bakal terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Pemadaman dari udara juga dipadukan dengan operasi darat untuk mencegah api meluas.


Dari Kopi Dewa 19, kobaran api Bromo masih terlihat merambat ke arah B30 malam ini. (Foto: iNews Malang/Ryan Haryanto)

Malam Masih Terlihat dari Kopi Dewa 19

Namun, hingga Sabtu (8/8/2026) malam, kobaran api masih terlihat. Dari sejumlah titik di wilayah Kabupaten Probolinggo, pergerakan api tampak merambat ke arah B30.

Pemandangan tersebut terlihat dari Kopi Dewa 19, Terminal Seruni Point, Bukit Kedaluh, Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Dari kawasan tersebut, titik api masih tampak menyala di kejauhan. Kobaran terlihat di kawasan perbukitan Bromo. Kondisi itu menunjukkan penanganan kebakaran masih harus terus dilakukan.

Menurut salah satu karyawan Kopi Dewa 19, Selsa Gayatri (19), kemarin belum terlihat api. Api baru terlihat malam ini. Salsa menyebut, kemarin memang sempat terlihat api, tetapi masih kecil dan berada di sebelah utara.

“Kalau kemarin belum terlihat api seperti sekarang. Kemarin memang ada, tapi kecil banget dan di sebelah utara,” ujar Salsa.

Dari kawasan tersebut, titik api masih tampak menyala di kejauhan. Kobaran terlihat di kawasan perbukitan Bromo. Kondisi itu menunjukkan penanganan kebakaran masih harus terus dilakukan.

Di tengah upaya pemadaman, akses wisata dari pintu masuk Jemplang, Kabupaten Malang, ditutup sementara. Penutupan berlaku sampai ada pengumuman lebih lanjut.

Wisatawan masih bisa masuk melalui Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo, dan Wonokitri, Kabupaten Pasuruan. Namun, kawasan yang bisa dikunjungi hanya sampai Lautan Pasir.

Savana ditutup. Pengunjung tidak diperkenankan memasuki kawasan tersebut sebelum dinyatakan aman.

BB TNBTS meminta masyarakat dan wisatawan mengikuti aturan serta informasi resmi. Keselamatan pengunjung menjadi prioritas selama operasi penanganan kebakaran masih berlangsung.

Editor : Ryan Haryanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network