MALANG, iNewsMalang.id – Kemegahan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tidak hanya menjadi magnet pariwisata internasional. Bagi kalangan akademisi, eksotisme bentang alam dengan interaksi vulkanis dan kultural di sana menjadi laboratorium hidup yang menantang untuk dikaji.
Hal itu pula yang melatari lima mahasiswa program sarjana Universitas Sebelas Maret atau UNS Surakarta, Jawa Tengah, memilih terjun langsung ke pegunungan Tengger, Kabupaten Probolinggo.
Selama sebulan penuh, tim yang dikomandani M. Faza Alief Putra Rimbangani (ketua) dan Muhibun Khanam (sekretaris), serta beranggotakan Laura Bella Dwipuspita, Laila Nur Rahmawati, dan Nayla Via Hana ini membedah sistem pengelolaan kawasan dalam program magang intensif.
Mahasiswa UNS turun langsung ke Bromo, mengkaji konservasi dan ketahanan budaya Tengger. (Foto: iNews Malang/Ugik)
Topik yang diangkat cukup berbobot, yakni Analisis Strategi Pengelolaan Kawasan Konservasi di TNBTS Seksi PTN Wilayah I. Melalui payung riset tersebut, mereka membedah manajemen zonasi, mitigasi kebencanaan lingkungan, hingga proyeksi pariwisata berkelanjutan.
Namun, di luar urusan angka dan data teknis, ada satu aspek yang paling memikat hati para peneliti muda kampus Bengawan Solo ini, yakni ketahanan budaya masyarakat adat Tengger.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
