PROBOLINGGO, iNewsMalang.id - Jaran Bodag menjadi salah satu tarian yang ditampilkan 1.000 penari dalam pembukaan Batik in Motion 2026 di Jalan Panglima Sudirman, Kota Probolinggo, Jumat (4/9/2026). Selain Jaran Bodag, penari juga membawakan Kiprah Lengger dan Kipas Bayuangga.
Penampilan tersebut melibatkan pelajar SD-SMP dan penari dari sejumlah sanggar. Mereka tampil di depan Kantor Pemkot Probolinggo dengan formasi sepanjang sekitar 350 meter.
Jaran Bodag merupakan salah satu kesenian daerah yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda. Sementara Kiprah Lengger dan Kipas Bayuangga menjadi dua tarian yang mengangkat identitas seni Kota Probolinggo.
Kiprah Lengger mengangkat kesenian Lengger yang pernah berkembang di Kota Probolinggo. Sedangkan Kipas Bayuangga menggambarkan Probolinggo sebagai Kota Angin atau Angin Gending.
Ketua Dekranasda Kota Probolinggo Evariani Aminuddin mengatakan, keterlibatan pelajar dan sanggar menjadi bagian dari pengenalan kesenian daerah kepada generasi muda.
“Dalam Batik in Motion kali ini, Pemerintah Kota ingin memperkenalkan lebih luas seni tari yang berkembang di Kota Probolinggo,” katanya.
Para penari tampil mengenakan batik bermotif Anggur dan Mangga. Penampilan tari tradisional tersebut juga berdampingan dengan koreografi line dance yang dibawakan komunitas dan mahasiswa.
Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin mengapresiasi keterlibatan pelajar dan sanggar dalam pertunjukan tersebut.
“Ini bukti semangat warga Probolinggo menjaga budaya. Dari SD, SMP sampai sanggar semua bahu-membahu,” ujarnya.
Penampilan Jaran Bodag dan dua tarian lainnya menjadi pembuka rangkaian Batik in Motion 2026. Pada rangkaian berikutnya, sebanyak 2.705 penari line dance mengenakan busana tradisional dan mencatatkan rekor MURI.
Batik in Motion 2026 digelar 4–6 September untuk memperingati Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667. Selain pertunjukan tari, agenda tersebut juga menghadirkan fashion show, bazar sekitar 3.000 produk batik UMKM, dan Rumah Batik.
Editor : Ryan Haryanto
