MALANG, iNewsMalang.id - Ramainya kawasan Kayutangan Heritage ikut membuka peluang bagi bisnis perhotelan di pusat Kota Malang. Kedekatan dengan destinasi wisata menjadi salah satu modal hotel untuk menarik wisatawan yang datang ke Kota Malang.
Peluang itu pula yang dibidik WhizPrime Hotel Basuki Rahmad Malang sepanjang September 2026. Hotel tersebut mencoba menjaring pasar wisatawan keluarga, pasangan, hingga pelaku perjalanan bisnis melalui paket menginap selama satu bulan.
General Manager WhizPrime Hotel Basuki Rahmad Azis Sismono mengatakan, September menjadi salah satu momentum untuk menarik tamu yang berkunjung ke Kota Malang.
“Targetnya keluarga, pasangan, maupun tamu perjalanan bisnis,” kata Azis, Senin (7/9/2026).
Menurut dia, lokasi menjadi salah satu pertimbangan tamu ketika memilih tempat menginap. Terlebih, hotel tersebut berada di Jalan Basuki Rahmad yang berdekatan dengan Kayutangan Heritage dan sejumlah titik di pusat kota.
Karena itu, strategi menarik tamu tidak hanya bertumpu pada harga kamar. Hotel juga menawarkan sejumlah fasilitas dalam paket menginap selama September.
Tarif yang ditawarkan mulai Rp600 ribu per kamar per malam. Paket tersebut mencakup sarapan untuk dua orang serta sejumlah fasilitas hotel.
Azis menyebut paket tersebut disiapkan untuk menjaga daya tarik hotel di tengah pilihan akomodasi yang semakin beragam di Kota Malang.
“Kami ingin memberikan pengalaman menginap yang lebih menyenangkan, dengan harga kompetitif dan benefit yang lebih lengkap,” ujarnya.
Pertimbangan lokasi juga dirasakan wisatawan. Riska Nisaul Asyrofi, wisatawan asal Bojonegoro, memilih menginap bersama keluarganya karena ingin berwisata di kawasan pusat Kota Malang.
Wisatawan menikmati suasana pusat Kota Malang. Kayutangan menjadi magnet sekaligus pilihan lokasi menginap. (Foto: iNews Malang/Avirista Midaada)
Kedekatan dengan Kayutangan menjadi salah satu pertimbangannya.
“Apalagi lokasinya dekat Kayutangan,” kata Riska.
Hotel tersebut memiliki 155 kamar. Sepanjang September, pengelola berharap pergerakan wisatawan yang mengunjungi Kota Malang, terutama kawasan pusat kota, ikut mendorong keterisian kamar.
Bagi industri perhotelan, posisi yang dekat dengan destinasi wisata kini menjadi salah satu modal untuk berebut tamu. Kayutangan yang berkembang sebagai salah satu tujuan wisata perkotaan pun ikut memberi pasar bagi akomodasi di sekitarnya.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
