Empat Sopir Asal Malang Jadi Korban Kapal Virgo Transport 8, Polisi Dampingi Keluarga

Taufik Hidayat
Polisi mengunjungi keluarga empat sopir asal Malang korban tenggelam Kapal Virgo Transport 8. (Foto: iNews Malang/istimewa)

MALANG, iNewsMalang.id - Empat warga Kabupaten Malang masuk dalam daftar korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di perairan Masalembu, Laut Jawa. Mereka diketahui sama-sama bekerja sebagai sopir truk.

Keempatnya adalah Sulisman, warga Desa Bunutwetan, Kecamatan Pakis; Agus Ribut Setyabudi, warga Kecamatan Pakisaji; Bambang Setyabudi, warga Desa Wonoagung, Kecamatan Tirtoyudo; serta M Ali Imron, warga Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi.

Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, Polres Malang memberikan pendampingan kepada keluarga keempat korban. Kapolsek di wilayah tempat tinggal masing-masing korban telah mendatangi rumah keluarga.

Kunjungan itu dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan keluarga tetap mendapatkan informasi mengenai perkembangan pencarian dan identifikasi korban.

“Kapolsek sudah menyambangi keluarga dan menyerahkan tali asih,” kata Kasihumas Polres Malang AKP M Budiono.

Menurut Budiono, komunikasi dengan keluarga terus dijaga. Polsek jajaran diminta meneruskan setiap perkembangan dari pihak terkait kepada keluarga korban.

“Polsek terus berkomunikasi dengan keluarga jika ada perkembangan,” ujarnya.

Komunikasi tersebut berlaku dua arah. Keluarga juga dapat menyampaikan informasi yang mereka terima kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Langkah itu diperlukan agar informasi terkait pencarian maupun identifikasi tidak simpang siur.

Kapal Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Masalembu pada 13 September 2026. Kapal tersebut dalam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Berdasarkan manifest resmi, kapal membawa 243 orang yang terdiri atas penumpang dan awak kapal.

Hingga Sabtu (26/9/2026) malam atau hari ke-14 operasi pencarian, Basarnas mencatat 172 orang telah ditemukan. Sebanyak 108 orang selamat dan 64 orang meninggal dunia. Sementara 71 orang lainnya masih dalam pencarian.

Identifikasi korban meninggal dilakukan Tim DVI dengan mencocokkan data ante mortem dari keluarga dengan data post mortem. Keluarga juga diminta melengkapi data dan sampel DNA untuk membantu proses identifikasi.

Budiono meminta keluarga tetap mengacu pada informasi resmi selama proses pencarian berlangsung.

“Yang terpenting, keluarga mendapat informasi yang benar dari sumber resmi,” katanya.

Polres Malang memastikan pendampingan dan komunikasi dengan keluarga tetap dilakukan selama proses pencarian dan identifikasi berlangsung.

Editor : Ryan Haryanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network