Bagi Bayu, mencari Pertalite belakangan tak cukup hanya dengan mendatangi SPBU. Dalam beberapa hari terakhir, dia kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi itu. Pedagang bensin eceran yang biasanya menjadi alternatif pun mulai kehabisan stok.
Kalaupun masih ada bensin yang dijual, menurut Bayu, sebagian pedagang hanya menyediakan Pertamax. Kondisi itu membuatnya kembali memilih SPBU.
“Biasanya isi di eceran, tapi tadi banyak yang kosong. Kalau ada, itu pasti Pertamax (eceran). Jadi mending isi di pom (SPBU),” ujarnya.
Namun, tidak semua SPBU mengalami kondisi serupa. Di SPBU Desa Pepen, Kecamatan Pakisaji, Pertalite masih tersedia. Antrean kendaraan juga terpantau normal.
Kendaraan barang justru mengantre untuk mendapatkan Bio Solar. Sejumlah pengemudi masih menunggu pasokan datang.
“Masih nunggu solar belum datang,” kata Ari.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menyebut kenaikan konsumsi Pertalite di Malang Raya mencapai 7–8 persen. Peningkatan permintaan itu menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan BBM di sejumlah SPBU.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
