Dia menilai permainan kedua tim sebenarnya cukup berimbang. Setidaknya hingga Bali United membuka keunggulan pada menit ke-40.
Arema mampu memberikan tekanan. Namun, sejumlah kesempatan terbuang karena pemain gagal mengambil keputusan yang tepat.
Bukan hanya soal ketajaman. Andre juga menyoroti mental bertanding anak asuhnya. Terutama ketika tim berada dalam posisi tertinggal.
Dua gol Bali United menjelang turun minum membuat Arema kesulitan mengembangkan permainan. Kondisi itu memaksa Andre bekerja lebih keras saat jeda pertandingan.
Di ruang ganti, dia berusaha membangkitkan mental pemain. Evaluasi pun diberikan dengan tegas agar tim tidak kembali mengulangi kesalahan.
"Kami perlu meyakinkan para pemain dan memperbaiki semuanya. Terkadang kami harus tegas," ujarnya.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
