Di sepanjang jalan, angin kencang berpotensi mematahkan ranting. Sementara di kawasan terbuka, pohon lebih berisiko tumbang akibat terpaan angin.
“Sepanjang jalan koridor juga banyak pohon karena rawan ranting patah,” ujarnya.
Ancaman lainnya adalah kerusakan bangunan. Terutama rumah dan perkantoran yang menggunakan atap berbahan ringan, seperti spandek dan baja ringan.
Heru menjelaskan, konstruksi bangunan turut menentukan tingkat kerawanan. Atap genteng dengan rangka kayu relatif lebih berat sehingga tidak mudah terangkat angin.
Sebaliknya, atap berbahan ringan berisiko terangkat. Terlebih jika terdapat celah pada plafon yang memungkinkan angin masuk dan menekan atap dari bawah.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
