MALANG, iNewsMalang - Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Malang selama empat hari berturut-turut membawa dampak cukup besar. Sebanyak 31 desa di sembilan kecamatan dilanda bencana. Sedikitnya 121 rumah rusak dan 68 lainnya terendam banjir.
Bencana Kabupaten Malang itu terjadi setelah hujan deras mengguyur sejumlah wilayah sejak 30 Oktober hingga 2 November 2026. Selain permukiman warga, sejumlah infrastruktur dan lahan pertanian ikut terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang Purwoto mengatakan, sembilan kecamatan terdampak meliputi Sumbermanjing Wetan, Ampelgading, Tirtoyudo, Donomulyo, Dampit, Bantur, Pagelaran, Turen, dan Singosari.
“Akibatnya, ada 31 desa di sembilan kecamatan yang terdampak,” ujar Purwoto.
Menurut dia, hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari memicu banjir dan tanah longsor. Kerusakan paling banyak terjadi pada rumah warga.
BPBD mencatat 121 rumah mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, hingga berat. Sementara itu, 68 rumah lainnya hanya tergenang banjir tanpa mengalami kerusakan bangunan.
“Rumah rusak mulai rusak berat, sedang, ringan itu ada 121. Kemudian yang hanya tergenang saja namun tidak rusak itu ada 68,” jelasnya.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum. Sedikitnya 17 infrastruktur terdampak bencana. Bahkan, terdapat akses jalan yang terputus sehingga warga harus menggunakan jalur alternatif.
Tak hanya itu, sekitar 50 hektare lahan turut terdampak. Sebagian di antaranya merupakan lahan pertanian dan persawahan.
“Ada 17 infrastruktur yang juga terdampak, kemudian untuk lahan ada 50 hektare yang juga terdampak,” katanya.
BPBD juga mencatat sejumlah kejadian tanah longsor. Berdasarkan pendataan, terdapat delapan kejadian longsor akibat luapan air. Sementara dua titik lainnya dipicu cuaca ekstrem.
Meski kerusakan tersebar di puluhan desa, Purwoto memastikan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian bencana tersebut.
“Korban jiwa, nihil,” tegasnya.
Saat ini, BPBD Kabupaten Malang bersama instansi terkait masih menangani dampak bencana. Termasuk melakukan pendataan kerusakan rumah, infrastruktur, dan lahan terdampak.
Penanganan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana Kabupaten Malang yang melanda 31 desa pada awal musim hujan tahun ini.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
