Tak Sekedar Fenomena Alam, Ada Keutamaan Sholat Gerhana Bulan dan Manfaat Mengerjakannya

Rusman H Siregar
.
Selasa, 08 November 2022 | 21:09 WIB
Tidak hanya sekedar fenomena alam, ada keutamaan sholat gerhana bulan dan manfaatnya (Foto: dok/theaseanparent)

iNewsMalang.id - Khusuful qomar, keutamaan sholat gerhana bulan dan manfaat mengerjakannya selain mendapat pahala juga dapat memberikan rasa takut kepada Allah.

Tidak dapat dipungkiri, bagi sebagian orang menganggap bahwa gerhana bulan atau gerhana matahari hanyalah fenomena alam yang biasa terjadi. Namun dalam Islam, gerhana bulan atau matahari adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang Maha Agung.

Selain memberi rasa takut, peristiwa gerhana ini dapat menguatkan Tauhid kepada Allah sehingga seorang hamba dapat meningkatkan ketaatannya kepada Allah.

Pengasuh Ma'had Subuluna Kalimantan Timur KH Ahmad Syahrin Thoriq mengatakan, tidak ada dalil khusus dalam Hadis menyebutkan tentang keutamaan sholat gerhana ini kecuali Hadis berikut:

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ، وَلَكِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُخَوِّفُ بِهَا عِبَادَهُ

Artinya: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan keduanya tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena kematian atau hidupnya seseorang. Akan tetapi dengan peristiwa itu Allah Ta'ala ingin membuat para hamba-Nya takut."

Dalam riwayat 'Aisyah radhiyallahu 'anha, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah.

Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah sholat dan bersedekahlah." (HR Al-Bukhari No 1044)

Para ulama mengatakan, keutamaan (fadhilah) dari sholat gerhana adalah untuk tadabbur dan tafakkur. Maka semua ayat-ayat yang berbicara tentang keutamaan tadabbur dan tafakkur ada pada sholat khusuf ini. Seperti dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya:

اِنَّ فِىۡ خَلۡقِ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ وَاخۡتِلَافِ الَّيۡلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الۡاَلۡبَابِ. الَّذِيۡنَ يَذۡكُرُوۡنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوۡدًا وَّعَلٰى جُنُوۡبِهِمۡ وَيَتَفَكَّرُوۡنَ فِىۡ خَلۡقِ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ‌ۚ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هٰذَا بَاطِلًا ۚ سُبۡحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya:"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka." (QS Ali Imran ayat 190-191)

Kita dianjurkan untuk merenung atas kebesaran Allah. Bahkan para Ulama mengatakan bahwa dzikir yang paling agung itu adalah tafakkur, merenungi semua ciptaan Allah. Pada ayat di atas, Allah mengajarkan doa yang sangat indah:

"Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka." Terkait pelaksanaan sholat gerhana ini tentu disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerahnya masing-masing.

Selain melaksanakan sholat gerhana secara berjamaah, umat muslim juga diperintahkan memperbanyak istighfar dan bersedekah kepada fakir miskin.
 

Editor : Arif Handono

Follow Berita iNews Malang di Google News

Bagikan Artikel Ini