Melukis Pakai Kaki, 23 Penyandang Disabilitas Ikut Ajang PAF 2022 yang Digelar Polda Sulsel

Wahyu Ruslan
.
Jum'at, 02 Desember 2022 | 15:43 WIB
Polda Sulses adakan ajang PAF 2022 yang diikuti 23 kaum difabel. Salah satu peserta ada yang melukis pakai kaki (Foto: Wahyu Ruslan)

MAKASSAR, iNewsMalang.id - Antusias puluhan penyandang disabilitas mengikuti lomba mural pada ajang Police Art Festival (PAF) 2022 yang digelar Polda Sulsel di Kota Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel), layak mendapat apresiasi.

Bahkan seorang difabel sebagai peserta lomba menunjukkan bakatnya melukis dengan menggunakan salah satu kakinya, sebab kedua tangannya mengalami lumpuh layu sejak bayi.

Dengan menggunakan pensil, kuas, cat warna, dan kanvas, sebanyak 23 peserta yang merupakan penyandang disabilitas antusias mengikuti lomba mural dalam ajang Police Art Festival 2022, Jumat (2/12/2022). Acara ini digelar di Mapolda Sulawesi Selatan, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar. 

Ketua Panitia Lomba, Kompol Dian Wahyu Wati menjelaskan dalam lomba ini, setiap tim memiliki dua peserta yang bertugas untuk membuat sketsa. "Lalu (sketsa) diwarnai di atas media kanvas sesuai dengan tema 'Menciptakan Lingkungan Masyarakat Inklusif, Aman dan Ramah Disabilitas," ungkap Kompol Dian.

Disampaikan Dian, dalam event ini berbagai model lukisan dibuat oleh para kaum difabel. Ada lukisan tentang pelayanan polisi terhadap kaum penyandang disabilitas.

Bahkan salah satu peserta lomba bernama Haswati Hasan merupakan penyandang tuna daksa. Warga asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini terpaksa menggunakan salah satu kakinya untuk melukis lantaran kedua tangannya mengalami lumpuh layu sejak bayi.

"Meski memiliki keterbatasan fisik, namun peseta tetap semangat mengikuti lomba mural yang diikuti sesama kaum penyandang disabilitas," imbuhnya.

Sebanyak 23 peserta ini, lanjut Kompol Dian, merupakan perwakilan setiap Polres di jajaran Polda Sulsel yang memiliki 25 Polres di seluruh Sulsel. Dalam perlombaan ini tim juri akan menilai karya mereka dari segi kerapian, penentuan jenis lukisan sesuai dengan tema serta makna lukisan.

"Selain untuk mengasa kemampuan, ajang ini juga sebagai saran kesadaran masyarakat bahwa kaum difabel juga memiliki kemampuan, bakat dan keterampilan yang baik bila didik secara tepat," jelasnya. 

Kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk kepedulian dan perhatian Polri terhadap penyandang disabilitas. Diharap ajang seperti ini bisa memberi motivasi kaum difabel agar dapat terus berkarya.

Bagi juara satu, dua dan tiga dari perlombaan ini akan mendapaat uang tunai jutaan rupiah. Khusus peserta juara satu, lanjutnya, akan dibawa ke Jakarta untuk mewakili Polda mengikuti perlombaan skala provinsi yang digelar di Mabes Polri.

 

 

Editor : Arif Handono

Follow Berita iNews Malang di Google News

Bagikan Artikel Ini