get app
inews
Aa Text
Read Next : Hotel di Kota Batu Mulai Ramai, Tapi Durasi Menginap Wisatawan Masih Pendek

Penghijauan Hulu Brantas, Tiga Sumber Air di Kota Batu Ditanami Pohon

Senin, 20 April 2026 | 13:07 WIB
header img
Penanaman pohon endemik di hulu DAS Brantas, Batu, jaga sumber air tetap lestari. (Foto: Istimewa)

BATU, iNewsMalang - Upaya menjaga kawasan hulu DAS Brantas di Kota Batu kembali digencarkan. Lembaga Masyarakat Adat, kelompok tani hutan, dan Yayasan Nawadya Cita Nusantara menanam pohon di tiga titik sumber mata air penting, Minggu (19/4/2026).

Langkah ini diarahkan untuk menjaga cadangan air tanah sekaligus melindungi ekosistem penyangga.

Penanaman pohon dilakukan di Sumber Belik Sumo, Desa Bulukerto, serta Sumber Dampul dan Sumber Kali Ledok Ombok di Desa Tulungrejo. Sekitar 100 bibit dari berbagai jenis pohon ditanam di kawasan tersebut.

Ketua Yayasan Nawadya Cita Nusantara, Syahrul Hadiyatullah, menegaskan peran strategis sumber air bagi kehidupan warga. Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari, lokasi tersebut juga memiliki nilai budaya dan spiritual.

“Sumber air ini menghidupi warga sekitar. Sekaligus menjadi tempat ritus dan dimanfaatkan untuk upacara adat dan agama,” ujarnya.

Dia menyebut, vegetasi memiliki fungsi penting dalam menjaga daya serap tanah. Tanpa tutupan pohon yang memadai, debit mata air berpotensi menurun dan dampaknya bisa meluas hingga wilayah Kota Malang.

“Nawadya berkomitmen mengembalikan kawasan tangkapan air dengan menanam. Agar sumber mata air di Kota Batu tetap terjaga dan lestari,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, penanaman difokuskan pada jenis pohon endemik yang mulai jarang ditemukan, salah satunya pohon dampul (Ficus lepicarpa).

Tanaman tersebut dikenal adaptif di lahan kering dan efektif menahan erosi. Selain itu, kelompok Ficus berperan sebagai habitat penting bagi satwa liar, terutama burung hutan.

Ketua RW 16 Tulungrejo, Suwito, mengingat kondisi Sumber Dampul pada awal 2000-an sempat mengalami penurunan drastis. Banyak pohon besar tumbang, sehingga aliran air ikut menyusut. “Sumber nyaris mati,” kenangnya.

Kondisi itu mendorong warga melakukan pemulihan dengan membersihkan area dan menanam kembali berbagai pohon, terutama tanaman buah. Upaya tersebut perlahan menghidupkan kembali mata air.

Kini, kawasan Sumber Dampul tidak hanya difungsikan sebagai area konservasi, tetapi juga memiliki nilai spiritual. Warga membangun pelinggih di sekitar lokasi sebagai sarana ibadah umat Hindu.

“Umat Hindu mengambil air dibuat ritual seperti saat melasti, dan penyucian pertima atau sarana pemujaan,” jelas Suwito.

Melalui kolaborasi lintas elemen ini, masyarakat berharap keseimbangan ekosistem hulu Brantas tetap terjaga. Keberadaan vegetasi endemik diyakini mampu menjaga keberlanjutan sumber air bagi generasi berikutnya.

Editor : Ryan Haryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut