Padang Savana Bromo Tawarkan Dua Wajah: Hijau Segar dan Cokelat Eksotis
MALANG, iNewsMalang.id – Padang Savana di kawasan Gunung Bromo menjadi salah satu titik favorit wisatawan setelah menjelajahi kawah dan Penanjakan. Hamparan padang rumput ini menawarkan lanskap kontras yang berubah drastis mengikuti musim.
Di musim penghujan, Savana Bromo tampil dengan dominasi warna hijau yang menyegarkan. Bukit-bukit yang mengelilingi lautan pasir terlihat seperti diselimuti karpet alami, menghadirkan suasana teduh setelah wisatawan melewati jalur berdebu menuju kawah.

Sebaliknya, saat kemarau, wajah savana berubah total. Rumput mengering dan menghadirkan nuansa cokelat keemasan. Lanskap ini memberi kesan kering, namun justru memunculkan daya tarik visual yang kuat, menyerupai padang rumput luas di wilayah Afrika.
Perubahan ini menjadikan Padang Savana bukan hanya sebagai pelengkap destinasi Bromo. Banyak wisatawan sengaja datang di waktu berbeda untuk mendapatkan pengalaman visual yang beragam.
“Savana itu tempat paling pas untuk cooling down. Setelah capek trekking ke kawah, di sini kita bisa benar-benar istirahat sambil menikmati sisi lain Bromo yang lebih tenang,” ujar Abdul Qodir, salah satu pemandu wisata, Selasa (18/4/2026).
Secara umum, Padang Savana berada di urutan akhir dalam rangkaian kunjungan wisata Bromo. Lokasinya kerap dimanfaatkan sebagai tempat bersantai sekaligus berburu foto. Pencahayaan matahari yang mulai tinggi setelah pukul 08.00 memberikan detail kontur bukit yang lebih tegas.
Gunung Bromo sendiri berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan secara administratif terletak di pertemuan empat kabupaten di Jawa Timur. Akses menuju kawasan ini terbagi dalam beberapa jalur utama.
Dari Kabupaten Probolinggo, wisatawan dapat masuk melalui Desa Sukapura. Jalur ini paling banyak digunakan karena fasilitas akomodasinya lengkap dan kondisi jalannya relatif landai.
Sementara itu, dari Kabupaten Pasuruan, akses tersedia melalui Desa Tosari yang kerap dipilih wisatawan untuk menuju Penanjakan 1, terutama dengan kendaraan jip saat berburu matahari terbit.
Alternatif lain dari Kabupaten Malang melalui wilayah Tumpang dan pintu Jemplang. Jalur ini menawarkan panorama padang savana dan Bukit Teletubbies yang menjadi ikon kawasan.
Adapun dari Kabupaten Lumajang, wisatawan dapat melalui Desa Argosari atau kawasan Puncak B29 yang dikenal dengan julukan “Negeri di Atas Awan”, meski akses kendaraan roda empat menuju kawah lebih terbatas.
Seluruh jalur tersebut bermuara di kawasan yang sama, menjadikan Gunung Bromo mudah dijangkau dari berbagai arah sekaligus menawarkan pengalaman perjalanan yang berbeda.
Keberadaan Padang Savana melengkapi karakter Gunung Bromo yang dinamis. Jika kawasan Penanjakan dikenal dengan panorama matahari terbit, Savana menghadirkan suasana yang lebih tenang dengan lanskap bergelombang yang menenangkan.
Editor : Ryan Haryanto