BPS Kabupaten Malang Pastikan Data UMKM Sensus Ekonomi 2026 Tetap Rahasia
MALANG, iNewsMalang.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang memastikan data pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam Sensus Ekonomi 2026 tidak akan dipublikasikan secara individu. Karena itu, masyarakat diminta tidak ragu memberikan keterangan kepada petugas sensus.
Kepala BPS Kabupaten Malang Erny Fatma Setyoharini menegaskan, data yang diumumkan nantinya hanya berupa gambaran umum. Misalnya jumlah pelaku usaha serta persebarannya di masing-masing wilayah.
“Data yang dipublikasikan hanya data umum, bukan data pribadi UMKM. Aturannya juga melarang kami membagikan data individu, termasuk ke pemerintah daerah,” ujar Erny.
Menurut dia, Sensus Ekonomi 2026 bertujuan memetakan kondisi dan persebaran UMKM di Kabupaten Malang. Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam menyusun kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Erny juga menegaskan, pendataan itu tidak berkaitan dengan penarikan pajak. Karena itu, pelaku usaha diminta memberikan data yang sesuai kondisi sebenarnya.
“Pendataan ini tidak terkait pajak. Kami berharap masyarakat memahami dan memberikan data yang benar,” imbuhnya.
Sensus Ekonomi 2026 mulai berjalan sejak 1 Mei 2026. Saat ini, pendataan masih difokuskan pada perusahaan besar. Sementara pendataan untuk sektor UMKM dijadwalkan dimulai pada 15 Juni 2026 hingga 31 Agustus 2026.
Untuk mendukung proses tersebut, BPS Kabupaten Malang menyiapkan sekitar 2.200 petugas sensus. Mereka akan melakukan pendataan secara door to door ke seluruh wilayah Kabupaten Malang.
Erny menjelaskan, sensus tidak hanya menyasar usaha yang memiliki toko atau papan nama. Usaha berbasis digital dan penjualan online juga masuk dalam pendataan.
“Kami mendata semua pelaku usaha, termasuk yang tidak terlihat secara langsung, seperti penjual online tanpa papan usaha,” terangnya.
Berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016, jumlah pelaku usaha di Kabupaten Malang mencapai sekitar 295 ribu unit. BPS memperkirakan jumlah tersebut meningkat dalam 10 tahun terakhir, termasuk pergeseran usaha ke sektor digital.
Editor : Ryan Haryanto