Prakiraan Cuaca Minggu 7 Juni: Malang Raya Cerah, Batu dan Jalur Bromo Berkabut Tebal
MALANG, iNewsMalang.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data prakiraan cuaca komprehensif untuk wilayah Malang Raya, mencakup Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu untuk hari Minggu, 7 Juni 2026.
Laporan resmi menunjukkan adanya pola atmosfer yang kontras antara wilayah dataran rendah perkotaan dengan kawasan dataran tinggi atau lereng pegunungan.
Secara umum, pusat perkotaan Kota Malang yang meliputi Kecamatan Blimbing, Klojen, Kedungkandang, Sukun, dan Lowokwaru diprediksi akan menikmati cuaca cerah sepanjang hari.
Suhu udara di kawasan kota berkisar antara 20°C hingga 30°C dengan tingkat kelembapan udara yang relatif rendah di siang hari, menyentuh angka minimal 38%. Kondisi ini dinilai sangat ideal bagi masyarakat yang ingin melakukan aktivitas luar ruangan atau menikmati liburan akhir pekan.
Untuk para wisatawan yang merencanakan perjalanan menuju Kota Batu maupun jalur pendakian lereng Gunung Bromo (via Poncokusumo dan Jabung), BMKG mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan berkendara.
Jarak pandang diproyeksikan menurun drastis pada pagi, sore, dan malam hari akibat akumulasi kabut tebal dan udara kabur. Pastikan sistem pencahayaan kendaraan berfungsi optimal.
Sebaliknya, wilayah Kota Batu (Kecamatan Batu, Bumiaji, dan Junrejo) diprediksi akan diselimuti kabut dan asap tebal sepanjang hari. Wilayah Bumiaji mencatatkan suhu paling dingin di seluruh Malang Raya, dengan suhu minimum mencapai 15°C dan kelembapan udara yang sangat tinggi hingga 98%.
Fenomena serupa juga terjadi di beberapa wilayah penyangga Kabupaten Malang bagian barat dan utara seperti Pujon, Ngantang, dan Karangploso yang diprediksi akan menghadapi kondisi atmosfer berkabut.
Munculnya kabut (fog) dan udara kabur (mist) yang cukup intens di kawasan lereng pegunungan seperti Poncokusumo (mencapai suhu minimum ekstrem 14°C) disebabkan oleh efek pendinginan radiasional yang kuat pada malam hari di bawah kondisi langit yang bersih tanpa awan (clear sky).
Kelembapan udara yang tinggi di dekat permukaan tanah berinteraksi dengan suhu dingin pegunungan, mempercepat proses kondensasi menjadi butiran air mikro yang melayang di atmosfer rendah.
Masyarakat dan pelaku industri pariwisata diimbau untuk terus memantau pembaruan berkala dari BMKG serta mempersiapkan perlengkapan keselamatan diri, terutama baju hangat dan jas hujan portabel saat berada di wilayah dataran tinggi.
Editor : Ryan Haryanto