Evaluasi Skuad, Arema FC Kini Cari Pemain Muda yang Siap Pakai
Menurut Inal, keputusan melepas pemain muda bukan semata-mata karena faktor usia. Semua didasarkan pada rapor masing-masing pemain setelah kompetisi Super League 2025-2026 berakhir. Evaluasi itu sepenuhnya menjadi dasar tim pelatih dalam menyusun komposisi skuad musim depan.
Manajemen juga memilih mempertahankan Marcos Santos sebagai pelatih kepala. Arsitek asal Brasil itu dinilai sudah meletakkan fondasi permainan tim sehingga program yang berjalan tidak perlu dirombak lagi.
Inal mengakui, hasil pembinaan pemain muda musim lalu belum sepenuhnya memuaskan. Meski demikian, Arema tidak menutup pintu bagi pemain hasil akademi.
“Masih ada yang kami pertahankan seperti Dimas Aryaguna, striker muda yang memang jebolan dari akademi Arema,” katanya.
Arema sejatinya memiliki tradisi melahirkan pemain binaan. Johan Alfarizi, Dendi Santoso, hingga Arkhan Fikri menjadi bukti bahwa jalur pembinaan pernah menghasilkan pemain yang mampu menjadi tulang punggung tim.
Bedanya, kini Singo Edan tak lagi hanya mencari pemain muda berpotensi. Klub lebih memilih talenta yang sudah memiliki pengalaman bermain dan kualitas yang teruji. Harapannya, proses adaptasi lebih singkat sekaligus membuat skuad lebih siap menghadapi ketatnya persaingan musim 2026-2027.
Editor : Ryan Haryanto