Kepala BPOM Tinjau Pabrik Otsuka, Pastikan Manajemen Risiko Berjalan
PASURUAN, iNewsMalang.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mulai mengubah pola pengawasan industri pangan. Jika selama ini bertumpu pada inspeksi, kini pengawasan diarahkan melalui penerapan manajemen risiko yang menempatkan pelaku usaha sebagai pihak pertama yang bertanggung jawab menjaga keamanan produknya.
Komitmen itu ditinjau langsung Kepala BPOM RI Taruna Ikrar saat mengunjungi pabrik PT Amerta Indah Otsuka di Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (9/7/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan setelah perusahaan mengantongi Sertifikat Izin Penerapan Program Manajemen Risiko (IP PMR) Pangan Olahan pada pertengahan Juni lalu. BPOM ingin memastikan sistem yang disyaratkan benar-benar diterapkan dalam seluruh rantai produksi, bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi.
Taruna bersama jajaran BPOM menelusuri setiap tahapan produksi. Mulai riset, pengadaan bahan baku, proses pengolahan, sterilisasi, hingga distribusi produk untuk pasar domestik dan ekspor.
“Hari ini kami menyempatkan diri melihat langsung fasilitas produksi. Otsuka memiliki pabrik yang sangat besar. Tujuan kami menjalankan fungsi pengawasan, mengecek mulai dari riset, sertifikasi pangan olahan, proses pemasaran, hingga ekspor dan impornya. Semua membutuhkan evaluasi dan pengendalian risiko,” ujarnya.
Editor : Ryan Haryanto