Stafsus Presiden Tinjau Bromo Pascakebakaran, Ini yang Akan Disampaikan ke Presiden
MALANG, iNewsMalang.id – Kebakaran di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, telah padam. Namun, petugas masih melakukan pendinginan karena bara api dikhawatirkan masih tersimpan di bawah permukaan tanah.
Kondisi itu diketahui saat Staf Lapangan Staf Khusus Presiden Bidang Pariwisata Indra Sutanto bersama Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan meninjau kawasan Kaldera Bromo, Minggu (16/8/2026).
Dari hasil peninjauan, luas kawasan yang terdampak kebakaran mencapai 1.120,3 hektare. Area tersebut tersebar di empat kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang.
Luas kawasan terdampak kali ini lebih besar dibandingkan kebakaran Bromo pada 2023.
Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan mengatakan, meski tidak lagi terlihat api, proses pendinginan masih diperlukan untuk memastikan tidak ada bara yang dapat memicu kebakaran kembali.
“Secara umum sudah terkendali. Tapi, masih ada kemungkinan bara di bawah permukaan. Karena itu, dua hari ini kami lakukan pendinginan untuk memastikan kondisi benar-benar aman,” ujar Wahyu.
Personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan masih disiagakan di sejumlah lokasi. Penanganan saat ini difokuskan pada pendinginan dan pemantauan kawasan yang terdampak.
Wahyu menjelaskan, angka 1.120,3 hektare merupakan akumulasi luas kawasan terdampak kebakaran di empat kabupaten yang berada di sekitar Gunung Bromo.
“Luasan itu merupakan total dari empat kabupaten, yaitu Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang,” ujarnya.
Berdampak pada ekonomi warga
Selain merusak kawasan, kebakaran juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Penutupan kawasan wisata membuat warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata ikut terdampak.
Indra Sutanto mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah. Ia berharap kawasan wisata dapat kembali dibuka setelah dinyatakan aman.
“Penduduk sekitar sini kan mata pencahariannya di wisata. Jadi kalau ini lama-lama ditutup, kasihan,” kata Indra.
Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi kawasan terdampak sekaligus mengumpulkan data mengenai dampak kebakaran yang akan dilaporkan kepada Presiden.
Indra juga menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran.
Untuk sementara, kawasan Gunung Bromo, termasuk area lautan pasir dan Bukit Teletubbies, masih ditutup untuk aktivitas selain penanganan kebakaran.
Pembukaan kembali kawasan wisata masih menunggu rekomendasi Satgas dan Menteri Kehutanan.
Dengan demikian, meski api telah padam, proses penanganan kebakaran Bromo belum sepenuhnya selesai. Petugas masih harus memastikan bara di bawah permukaan benar-benar aman sebelum kawasan kembali dibuka untuk wisatawan.
Editor : Ryan Haryanto