get app
inews
Aa Text
Read Next : Arema FC Sembunyikan Rekrutan Baru, Empat Pemain Asing Sudah Deal

Polemik Mural Malang The Glory Land, d’Kross Pilih Mundur dari Festival Mbois

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:00 WIB
header img
d’Kross mundur dari Festival Mbois 11 sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan mural. (Foto: iNews Malang/d’krossofficial)

MALANG, iNewsMalang.id - Panggung Festival Mbois 11 bakal kehilangan salah satu penampilnya. Band d’Kross Official memilih mundur dari rangkaian festival yang digelar di Kota Malang tersebut.

Keputusan itu diambil setelah polemik mural bertuliskan “MALANG THE GLORY LAND” mencuat dan mendapat sorotan dari kalangan Aremania. Mural ikonik di Jalan Arif Rahman Hakim tersebut sebelumnya ditimpa cat biru dan diganti tulisan “Malang Menyala Bersama” untuk persiapan Festival Mbois 11.

d’Kross menyebut keputusan mundur sebagai bentuk penghormatan terhadap karya seni yang dianggap memiliki kaitan dengan identitas, sejarah, dan rasa memiliki warga Malang, khususnya Aremania.

“Sebagai band yang tumbuh bersama Arek Malang dan Aremania, kami memilih bersikap untuk menghormati karya, sejarah, identitas, dan rasa memiliki terhadap mural tersebut,” tulis d’Kross Official, Jumat (21/8/2026).


Mural “MALANG THE GLORY LAND” ditimpa, d’Kross mundur dari Festival Mbois 11 sebagai bentuk solidaritas. (Foto: iNews Malang/tangkapan layar)

Band tersebut menegaskan, keputusan itu bukan untuk memperpanjang polemik. Sebaliknya, d’Kross ingin menunjukkan solidaritas kepada Aremania dan pihak-pihak yang memiliki ikatan dengan mural tersebut.

“Keputusan ini bukan untuk memperkeruh keadaan, tetapi sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan kepada Aremania serta pihak yang memiliki ikatan dengan ‘MALANG THE GLORY LAND’,” lanjutnya.

Meski batal tampil, d’Kross memastikan sikap tersebut tidak mengubah kecintaan mereka terhadap Kota Malang, Aremania, seni, maupun musik. Semangat kebersamaan yang menjadi bagian dari perjalanan band itu juga disebut tetap terjaga.

“Kami tetap mencintai Malang, Aremania, seni, musik, dan semangat kebersamaan,” tegasnya.

MURAL 2016

Polemik bermula dari mural “MALANG THE GLORY LAND” yang dibuat sejak 2016. Mural tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu karya yang lekat dengan kultur Aremania di Kota Malang.

Aremania Utas turut menyoroti perubahan mural tersebut. Humas Aremania Utas Dedi Arisandi menyayangkan tidak adanya komunikasi dengan pihak yang menginisiasi maupun membuat mural sebelum pengecatan dilakukan.

“Kami menyayangkan tindakan panitia (MCF) yang tidak lebih dulu berkomunikasi dengan penggagas atau pembuat mural tersebut,” ujar Dedi.

Dedi mengatakan mural itu memang bukan milik organisasi Aremania Utas secara formal. Namun, keberadaannya berkaitan erat dengan identitas Aremania di Malang. Karena itu, pihaknya merasa perlu mengambil sikap.

“Meski mural itu bukan milik organisasi, kami sebagai sesama Aremania tetap merasa perlu memberikan penjelasan,” terangnya.

Aremania Utas, lanjut Dedi, tidak ingin persoalan tersebut melebar menjadi konflik baru. Mereka memilih menjadi penengah agar pihak-pihak yang berkepentingan bisa duduk bersama dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

“Kami hanya ingin menjadi penengah agar masalah ini tidak berlarut-larut,” jelasnya.

Mereka juga meminta Malang Creative Fusion (MCF) memberikan klarifikasi secara terbuka. Selain itu, Aremania Utas berharap ada permintaan maaf kepada keluarga almarhum Sam Nyek yang disebut sebagai penggagas mural tersebut.

“Kami berharap panitia memberikan klarifikasi dan meminta maaf kepada pihak yang membuat mural tersebut,” pungkas Dedi.

Kini, persoalan mural tersebut tak lagi sebatas soal perubahan gambar atau tulisan. Di baliknya ada sejarah, identitas, dan rasa memiliki yang membuat sebagian warga Malang dan Aremania merasa perlu bersuara.

Mundurnya d’Kross dari Festival Mbois 11 menjadi salah satu bentuk respons atas polemik tersebut. Jalan dialog dan komunikasi antarpihak diharapkan menjadi pintu keluar agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Editor : Ryan Haryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut