get app
inews
Aa Text
Read Next : Sopir Konsumsi Sabu dan Miras, 16 Penumpang Bus Pariwisata Ardiansyah Tewas

Cegah Kecelakaan, Sopir Bus di Terminal Arjosari Wajib Jalani Cek Kesehatan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:06 WIB
header img
Sopir bus di Terminal Arjosari wajib cek kesehatan sebelum berangkat demi keselamatan penumpang. (Foto: iNews Malang/ttaarjosari)

MALANG, iNewsMalang.id - Sopir bus yang hendak berangkat dari Terminal Tipe A (TTA) Arjosari Malang kini tak bisa langsung tancap gas. Sejak awal Agustus 2026, mereka wajib menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Kebijakan itu berlaku bagi sopir bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Pengawas Satuan Pelayanan TTA Arjosari Malang Mega Perwira Donowati mengatakan pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya menekan risiko kecelakaan yang dipicu kondisi fisik pengemudi. Pemeriksaan dilakukan sebelum sopir memulai perjalanan.

Khusus bus AKDP, pemeriksaan dilakukan setiap kali sopir akan menjalankan perjalanan. Sebab, dalam sehari seorang sopir bisa mendapat tiga hingga empat kali perjalanan.

“Mereka wajib cek kesehatan di tiap saat memulai perjalanan,” jelasnya, Minggu (30/8/2026).

Sementara itu, pengemudi AKAP yang mendapat jadwal perjalanan malam harus sudah menjalani pemeriksaan mulai pukul 15.00. Posko kesehatan sendiri beroperasi setiap hari sejak pukul 07.30 hingga 16.00.

Pemeriksaan yang diberikan relatif sederhana. Petugas mengecek tekanan darah dan berat badan, kemudian menggali kondisi fisik sopir melalui wawancara singkat. Sejauh ini, sebagian besar pengemudi yang diperiksa dinilai masih layak mengemudi.

“Dari 10 sopir yang diperiksa, 9 sehat. Satu lainnya punya riwayat penyakit, tetapi tetap boleh bekerja karena rutin minum obat,” terangnya.

Meski demikian, sopir yang dinilai tidak memenuhi syarat kesehatan tidak diperbolehkan membawa bus. Kondisi seperti demam maupun berada di bawah pengaruh alkohol menjadi alasan pengemudi harus diganti.

“Bus harus dibawa sopir pengganti atau cadangan,” tambahnya.

Program pemeriksaan kesehatan itu dijalankan setiap hari dan direncanakan berlangsung hingga Februari 2027. Pelaksanaannya masih bisa diperpanjang apabila tenaga kesehatan yang bertugas tetap tersedia.

Petugas pemeriksa berasal dari peserta program magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Peserta yang saat ini bertugas merupakan peserta magang batch pertama. Jika program dilanjutkan, pemeriksaan akan diteruskan oleh peserta pada batch berikutnya.

“Jika berlanjut, cek kesehatan akan dilakukan peserta magang batch berikutnya. Sampai Februari 2027, tugas ini masih ditangani batch pertama,” ungkapnya.

Kebijakan serupa juga diterapkan di sejumlah terminal lain di Jawa Timur. Di antaranya Terminal Purabaya, Terminal Patria Blitar, Terminal Tawang Alun Jember, dan Terminal Wiraraja Sumenep.

Editor : Ryan Haryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut