Feraco Hadirkan KTNA Agro Expo 2026 sebagai Platform Interaksi Agribisnis Nasional
Wali Kota Batu: Swasembada Pangan Harus Sejalan dengan Kesejahteraan Petani
Wali Kota Batu Nurochman menyebut Rembug Paripurna KTNA sebagai momentum untuk mempertemukan pengalaman dan pemikiran petani dari berbagai daerah dalam menentukan arah pertanian Indonesia. Menurutnya, forum tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar agenda organisasi.
“Ketika kita berbicara tentang swasembada pangan, kita juga harus bertanya apakah petani sudah sejahtera, apakah lahannya tetap terjaga, apakah generasi muda mau meneruskan pertanian, dan apakah hasil pertanian memiliki pasar yang memberikan nilai layak bagi mereka,” ujar Nurochman.
Ia menilai keberhasilan sektor pertanian tidak dapat diukur hanya dari hasil produksi. Petani juga menghadapi berbagai risiko, mulai dari perubahan cuaca, ancaman gagal panen, biaya produksi, perubahan harga, hingga ketidakpastian pasar.
Nurochman mengungkapkan bahwa Kota Batu juga menghadapi tantangan pertanian, termasuk perubahan iklim, tanaman yang menua, tekanan terhadap lahan, kualitas tanah, serta regenerasi petani. Pemerintah Kota Batu mendorong pendekatan pertanian yang lebih adaptif melalui program Smart and Integrated Farming.
“Teknologi harus kita manfaatkan bukan untuk menjauhkan petani dari pertanian, tetapi justru membantu mereka bekerja lebih efektif, meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas, dan mengambil keputusan dengan lebih baik,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya regenerasi agar keberlanjutan pertanian tidak hanya bergantung pada petani yang saat ini telah berusia senior.
“Pertanian kita harus tetap berakar pada pengalaman petani, tetapi pada saat yang sama berani menggunakan pengetahuan dan teknologi baru. Ketahanan pangan sesungguhnya juga berkaitan dengan regenerasi petani yang harus menjadi komitmen bersama,” ujar Nurochman.
Editor: Suriya Mohamad Said