DPRD Kota Malang Minta Disdikbud Jelaskan Rencana Retreat Kepala Sekolah
MALANG, iNewsMalang.id - Rencana Pemerintah Kota atau Pemkot Malang menggelar retreat kepala sekolah menuai pertanyaan dari DPRD Kota Malang. Dewan mempertanyakan urgensi dan efektivitas program yang disebut memiliki anggaran sekitar Rp300 juta tersebut.
Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita menilai, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pendidikan tidak cukup dilakukan melalui retreat.
Menurut dia, pembenahan harus menyentuh persoalan mendasar, mulai dari proses seleksi hingga penempatan personel di lingkungan sekolah.
“Kalau ingin melihat kualitas dan kondisi masing-masing personel, mestinya dilakukan tidak hanya dengan retreat,” ujarnya.
Amithya menyarankan Pemkot Malang lebih fokus membenahi tata kelola SDM pendidikan. Optimalisasi peran Dewan Pengawas Sekolah dan Dewan Pendidikan juga dinilai penting untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan.
Terkait anggaran sekitar Rp300 juta, Amithya menyerahkan pendalaman materi kepada Komisi D DPRD Kota Malang yang membidangi urusan pendidikan.
Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Eko Herdiyanto membenarkan bahwa pihaknya telah menyetujui anggaran dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026.
Namun, anggaran tersebut sebelumnya diajukan untuk program peningkatan kapasitas pendidik. Belum ada penjelasan spesifik mengenai pelaksanaan retreat dalam pembahasan bersama dewan.
“Kami akan mengonfirmasi apakah program peningkatan kapasitas tersebut diimplementasikan dalam bentuk retreat atau bagaimana,” kata Eko.
Dia menjelaskan, dokumen hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar) mencantumkan anggaran untuk Peningkatan Kapasitas ASN Penerima Penghargaan SAKP serta Pelatihan Pengelolaan Manajerial Satuan Pendidikan.
Untuk memperjelas peruntukan anggaran tersebut, Komisi D berencana memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang dalam rapat kerja pekan depan.
Pemanggilan itu sekaligus untuk mengklarifikasi perbedaan istilah dan memastikan bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan.
Secara pribadi, Eko menilai retreat kepala sekolah bukan program yang mendesak. Menurut dia, anggaran tersebut bisa dipertimbangkan untuk kebutuhan pendidikan yang manfaatnya lebih langsung dirasakan masyarakat.
Salah satunya dengan menambah alokasi program seragam gratis bagi siswa.
“Menurut saya pribadi, tidak begitu perlu. Dibanding untuk retreat, lebih baik untuk tambahan seragam gratis,” ujarnya.
Meski demikian, Komisi D tetap akan mendalami rencana tersebut sebelum menentukan sikap lebih lanjut. Dewan ingin mengetahui alasan Pemkot Malang memilih retreat sekaligus memastikan kesesuaian antara program yang disetujui dan pelaksanaannya.
Editor: Ryan Haryanto