Kisah Arifany Nur Safitri, Gagal Jadi Pramugari Kini Moncer sebagai MC
Beragam aktivitas tersebut membuatnya harus membagi waktu antara pekerjaan di panggung dan pengelolaan usaha.
Bagi Fani, profesi MC menjadi ruang untuk mengembangkan diri sekaligus menyalurkan minat di bidang komunikasi. Sementara bisnis membutuhkan konsistensi dalam pengelolaan dan pelayanan.
“MC itu aktualisasi diri, kalau bisnis itu soal konsistensi manajemen. Dua-duanya harus jalan seimbang,” tutur perempuan kelahiran Probolinggo, 3 Oktober 1998, itu.
Untuk keseharian, Fani mengaku lebih nyaman mengenakan busana kasual. Ia juga menyempatkan diri berolahraga ringan di sela aktivitasnya.
Ke depan, Fani berharap Kota Probolinggo terus berkembang dengan semakin banyak ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dan melahirkan gagasan baru.
Editor: Ryan Haryanto